Breaking News:

Berita Rohul

Terlibat Rasuah, Dua ASN di Rohul Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Beredar kabar, jika dua ASN Rokan Hulu (Rohul) diberhentikan secara tidak terhormat karena terlibat kasus korupsi.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Kompas.cpm
Beredar kabar, jika dua ASN Rokan Hulu (Rohul) diberhentikan secara tidak terhormat karena terlibat kasus korupsi. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Beredar kabar, jika dua ASN Rokan Hulu (Rohul) diberhentikan secara tidak terhormat karena terlibat kasus korupsi.

Keduanya yakni dr Novil Reykiel dan dr Faisal Harahap.

Dari informasi yang dihimpun, keduanya mendapatkan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) berdasarkan Surat Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Rokan Hulu Sukiman.

Adapun surat dimaksud, adalah SK Bupati Rohul Nomor: Kpts.888/BKPP-DPKASN/367/2022 TMT bertanggal 2022 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat PNS atas nama dr Novil dan SK Bupati Rohul Nomor: Kpts.888/BKPP-DPKASN/368/2022 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat PNS atas nama dr Faisal Harahap.‎ Kedua surat tersebut diketahui bertanggal 30 April 2022 lalu.

Ketika dikonfirmasi kepada Bupati Rokan Hulu Sukiman beberapa hari lalu, dia pun menyatakan tak ingin berkomentar.

"Nanti dululah ya," kata Sukiman.

Sementara, ketika di wawancara terpisah, Plt Kepala BKPP Rokan Hulu Erpan Dedi membenarkan adanya informasi tersebut.

"Iya benar. Sudah diberhentikan keduanya sebagai ASN di lingkungan Pemkab Rokan Hulu," sebutnya.

Sebagai informasi, dengan adanya pemberhentian tidak dengan hormat kepada kedua ASN itu, maka keduanya hanya berhak mendapatkan Tabungan Hari Tua dari Taspen.

Sedangkan hak-hak lainnya sebagaimana didapatkan oleh ASN menjadi hilang seluruhnya dan tidak bisa didapatkan oleh keduanya.

Adapun kedua ASN tersebut, yakni dr Novil sudah menjadi ASN sejak 2003 silam dan memiliki pangkat dan golongan terakhir sebagai Penata Tingkat III/d.

Sedangkan dr Faisal Harahap menjadi ASN sejak 2006 silam dengan pangkat dan golongan terakhir sebagai Pembina IV/a.

Sebelumnya, kedua ASN itu terlibat dalam kasus korupsi BLUD RSUD Rokan Hulu pada tahun lalu dan sedang menjalani masa hukuman selama 1 tahun dua bulan dengan denda Rp. 100 juta subsider dua bulan kurungan per April 2022 lalu. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved