Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kronologi Putra Buya Arrazy Tewas Tertembak Senjata Api Milik Polisi, Ini Kata Keluarga

Peluru senjata api milik patwal polisi yang mengawal Buya Arrazy itupun, bersarang di antara dagu hingga leher korban.

Editor: Sesri
TribunJatim.com/ M Sudarsono
Suasana pemakaman Putra kedua KH Arrazy Hasyim, Hushaim Shah Wali Arrazy (3) di kompleks makam Wareng Desa/Kecamatan Palang, Rabu (22/6/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Putra kedua KH Arrazy Hasyim, Hushaim Shah Wali Arrazy (3) meninggal dunia setelah tertembak senjata api (senpi).

Korban diduga tertembak senjata api Patwal saat berada di rumah istri Buya Arrazy, sapaan KH Arrazy Hasyim, di Desa/Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur, Rabu (22/6/2022), sekitar pukul 13.30 WIB.

Peluru senjata api milik patwal yang mengawal Buya Arrazy itupun, bersarang di antara dagu hingga leher korban.

Jenazah anak Buya Arrazy dimakamkan di komplek makam desa setempat.

Menurut informasi kronologi yang dihimpun, korban ditembak oleh kakaknya H (5) saat di rumahnya.

Kapolres Tuban, AKBP Darman, mengatakan kronologi kejadian bermula saat pengawal dari unsur kepolisian yang mengawal Buya Arrazy melakukan salat zuhur.

Senjata api yang dibawa petugas berinisial M ini kemudian ditaruh di tempat yang dianggap aman.

Namun ternyata hal tersebut berakibat fatal.

Baca juga: Tembak Polisi Pakai Senpi Rakitan, Tersangka : Aku Dak Tahu Kalau Itu Polisi

Baca juga: Video Viral Emak-emak Mengamuk Hancurkan Mesin Judi Tembak Ikan, Penjaga Tak Berkutik

Perwira menengah itu juga belum menjelaskan detail bagaimana kronologi kejadian.

"Saudara M ini sedang salat, lalu menaruh senjata api di tempat yang dianggap aman. Ini musibah, tidak disengaja. Untuk selanjutnya, M akan diperiksa oleh satuan tempat bertugas," ungkap AKBP Darman di lokasi.

Berdasarkan keterangan saksi warga setempat, korban tertembak saat berada di rumah.

Saksi tidak mengetahui detail bagaimana proses penembakan tersebut, termasuk juga tidak mendengar bunyi tembakan.

"Kejadiannya di rumah, ramai sekali itu," beber saksi yang enggan disebutkan namanya.

Anggota DPRD Tuban, Rofi’udin, mengatakan kejadian ini merupakan musibah bagi keluarga.

Semoga pihak keluarga diberikan kekuatan lahir maupun batin, serta kesabaran dan ketabahan.

"Saya sebagai perwakilan keluarga minta kesaksian, kalau keponakan saya termasuk orang yang baik masih bersih dari dosa," ungkapnya saat di rumah duka.

( Tribunpekanbaru.com / di TribunJatim.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved