Breaking News:

Gelar Penyuluhan Gabungan, KP2KP Teluk Kuantan Ajak Wajib Pajak Segera Manfaatkan PPS

KP2KP Teluk Kuantan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Rengat

Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
Gelar Penyuluhan Gabungan, KP2KP Teluk Kuantan Ajak Wajib Pajak Segera Manfaatkan PPS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Menjelang berakhirnya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pada 30 Juni 2022, Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Teluk Kuantan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Rengat mengadakan penyuluhan gabungan PPS di Balai Diklat Kepegawaian Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (21/6).

Kegiatan yang dihadiri oleh 26 wajib pajak “terpilih” yang berada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi,
bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada wajib pajak mengenai PPS sekaligus mengingatkan
batas waktu program tersebut yaitu sampai dengan 30 Juni 2022.

Mengawali kegiatan, Catur Tenang Manis Soeryanto selaku Kepala KP2KP Teluk Kuantan mengatakan
PPS ini adalah Program strategis DJP dalam rangka meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak.

Catur juga meminta dukungan masyarakat khususnya wajib pajak di wilayah kabupaten Kuantan Singingi
untuk berkontribusi dalam pembangunan dengan patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya,
karena penerimaan pajak ini akan kembali dirasakan masyarakat melalui pembangunan.

Catur mengingatkan bahwa setiap tahunnya APBD Kabupaten Kuantan Singingi yang berkisar Rp1,5 T, lebih
dari 70 % masih ditopang Pemerintah Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi, dan Penilaian Kanwil DJP Riau
Moersalin Ananda Putra, yang hadir mewakili Kepala Kanwil DJP Riau, menjelaskan secara garis besar
latar belakang, manfaat, siapa, dan mengapa wajib pajak harus ikut PPS.

Pada akhirnya Moersalin mengajak wajib pajak untuk memanfaatkan PPS, yang dikatakannya sebagai “diskon” pajak, sebelum program ini berakhir pada tanggal 30 Juni 2022.

Kepala KPP Pratama Rengat Tulus Hadi Utomo, yang juga hadir dalam penyuluhan gabungan ini turut
memberikan tambahan pemahaman kepada wajib pajak yang hadir mengenai PPS dan konsekuensi
dalam hal wajib pajak “terpilih” tidak memanfaatkan program ini.

Tulus berharap informasi terkait PPS dapat disebarluaskan kepada rekan-rekan wajib pajak lainya, sehingga semakin banyak wajib pajak yang paham dan mengikuti PPS ini. Terkait PPS ini Tulus juga mengingatkan bahwa dari sisi pengawasan ada penundaan kegiatan, dimana kami berikan kesempatan untuk nanti setelah berakhirnya program pengungkapan sukarela ini maka akan ada perluasan basis pajak terkait pengawasan sebagai tindak lanjut dari PPS.

Pada acara yang berlangsung cair dan komunikatif ini, materi terkait persyaratan mengikuti PPS,
pengajuan Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta (SPPH), teknis pengajuan SPPH, sampai dengan
konsekuensi atas hasil penelitian SPT, secara berturut turut disampaikan 3 (tiga) narasumber, yaitu Ika
Dessy Andriana selaku Penyuluh Pajak Kanwil DJP Riau, Catur Tenang Manis Soeryanto selaku Kepala
KP2KP Teluk Kuantan, dan Prilla Wasesa Ramlan fungsional pemeriksa pajak KPP Pratama Rengat.

Setelah pemaparan materi dari ketiga narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya
jawab yang dipandu oleh Kepala Seksi Bimbingan Ekstensifikasi Tri Satya Hadi. Pada sesi ini berlangsung
menarik karena ada beberapa wajib pajak yang mengajukan pertanyaan lebih lanjut mengenai PPS yang
menunjukan bahwa wajib pajak yang hadir cukup antusias dengan Program Pengungkapan Sukarela ini.

Dalam kegiatan ini KPP dan KP2KP membuka gerai layanan perpajakan (help desk) termasuk bagi wajib
pajak yang membutuhkan asistensi pengisian SPPH. Kegiatan penyuluhan gabungan ini kemudian
diakhiri dengan foto bersama. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved