Breaking News:

Berita Riau

Distributor di Riau Jual Minyak Goreng Curah di Bawah HET, Pakai Aplikasi PeduliLindungi?

Satu di antara pusat penjualan minyak goreng curah di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, Rumah Pangan Kita (RPK) Al Fath menjual dengan harga di bawah HET

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/ALEXANDER
Pusat penjualan minyak goreng di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, Rumah Pangan Kita (RPK) Al Fath yang selalu ada setiap hari. Bahkan jual minyak goreng curah dibawah HET. Tribunpekanbaru.com/Alexander 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walau satu sisi penjualan minyak goreng sempat dikeluhkan pedagang dan pembeli dengan wacana penggunaan aplikasi PeduliLindungi, namun di sisi lain pedagang dan pembeli juga bersyukur minyak goreng curah sudah tidak langka lagi.

Bahkan saat ini ada penjualannya dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Satu di antara pusat penjualan minyak goreng curah yang cukup besar di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, Rumah Pangan Kita (RPK) Al Fath misalnya.

Harga minyak goreng curah bahkan dijual Rp 13.500 per liternya sedangkan perkilogramnya hanya Rp 15.000, atau di bawah Harga HET yang ditentukan pemerintah sebelumnya.

"Kami jual bahkan di bawah harga yang ditentukan sebelumnya, yakni Rp 13.500 per liter dan Rp 15.000 per kilogramnya," kata Owner RPK Al Fath, Auda Izzuddin Nidal kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (28/6/2022).

Ditanya apakah sejauh ini pihak Dinas Perdagangan ada turun untuk melakukan sosialisasi atau pengecekan, dikatakan pria yang akrab disapa Idal ini belum ada.

Idal juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah mendengar adanya wacana diterapkannya kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng.

Namun hal tersebut dikatakannya baru sebatas pemberitaan saja, belum ada arahan terkait hal itu.

Selama ini dikatakan Idal pihaknya menjual minyak goreng dengan mewajibkan menggunakan fotokopi KTP.

Namun karena masyarakat yang membeli minyak goreng adalah langganan yang sama, maka saat ini masyarakat yang sudah langganan sudah tidak perlu lagi menggunakan fotokopi KTP.

"Saat ini sudah ada sekitar seribuan fotokopi KTP masyarakat yang kita kumpulkan. Soal penerapan aplikasi PeduliLindungi itu sama sekali belum ada arahan," ulasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang minyak goreng curah di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Af mengatakan, pihaknya juga belum mendapatkan arahan untuk untuk gunakan aplikasi PeduliLindungi tersebut.

Ia juga mengakui, pihak Disperindag juga belum ada turun sejauh ini untuk melakukan pengecekan ke lapangan soal minyak goreng yang sempat menghabiskan masyarakat tersebut.

( Tribunpekanbaru.com / Alexander )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved