Breaking News:

Berita Riau

Petani Sawit di Riau Mulai Cari Penghasilan Lain Akibat Harga Terus Anjlok

Petani sawit di Riau mulai mencari penghasilan lain akibat harga TBS yang terus turun.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/NAS
Petani sawit di Riau mulai mencari penghasilan lain akibat harga TBS yang terus turun. FOTO ILUSTRASI: Petani sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Petani sawit di Riau mulai mencari penghasilan lain akibat harga TBS yang terus turun.

Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit memunculkan penderitaan bagi para petani sawit yang menggantungkan hidupnya dengan komoditas ini.

Pasalnya saat ini mereka tidak lagi bisa mengandalkan hasil dari sawit.

Tidak sedikit petani sawit yang mulai harus mencari penghasilan lain demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga, karena harga sawit sendiri saat ini sudah berada di level terendah.

Untuk di tingkat petani sendiri di beberapa wilayah di Riau dikisaran Rp650 hingga Rp850, sedangkan di pabrik kelapa sawit harganya juga sudah pecah dari Rp2000.

"Mau tidak mau harus cari usaha lain, sekarang sudah tidak cukup lagi dari buah sawit, harganya cukup anjlok,"ujar Partaonan seorang petani sawit di Bangun Purba Rokan Hulu kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (28/6/2022).

Menurut Partaonan, biasanya dengan harga diatas Rp2000 berdasarkan kondisi harga kebutuhan saat ini masih bisa di cukup-cukupkan meskipun masih kurang sebenarnya.

"Karena kami hanya petani sawit yang memiliki lahan cukup untuk makan saja, buka pemilik lahan sawit yang luas,"ujar Partaonan.

Kondisi ini memaksa mereka para petani harus mencari akal, mencari penghasilan lain, seperti Partaonan sendiri saat ini harus nyambi menjadi pekerja bangunan, begitu juga dengan petani lainnya.

"Teman-teman yang lain juga ada yang mendadak jadi nelayan, ada yang kerja bangunan dan ada yang berangkat ke kota mencari pekerjaan,"ujarnya.

Tidak hanya Partaonan, petani sawit lainnya yang sudah mulai bingung dengan kondisi harga yang tidak stabil ini adalah Emrizal, petani sawit di Pekanbaru ini mengaku tidak bisa diharapkan lagi hasil sawit dengan harga anjlok saat ini.

"Biasanya dapat 1 ton sudah terima uangnya 3 jutaan, sekarang 1 ton cuma dapat Rp700 ribu, mau makan apa dengan uang segitu, ditambah lagi kebutuhan hidup kan makin mahal semuanya,"ujar Emrizal.

Tidak hanya petani yang dibuat pusing, sebenarnya yang lebih pusing lagi pengepul sawit, mereka dihadapkan dengan harga yang terus anjlok dan tidak pernah ada kepastian.

"Misalnya modal kami beli ke petani masih Rp850, saat kami antar ke pabrik sudah turun dan akhirnya kami rugi, karena harganya terus mengalami anjlok, tidak hanya hitungan hari, malah hitungan jam, harga bisa berubah,"ujar Sapri seorang pengepul di Kulim Pekanbaru.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved