Breaking News:

Berita Riau

Total Sebanyak 159 SPBU di Riau Sudah Bisa Layani MyPertamina

Meski September 2022 beli solar dan pertalite pakai MyPertamina, tapi sudah 95 persen SPBU yang ada di Riau bisa gunakan MyPertamina.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
Tribunnewsbogor.com/Siti Fauziah Alpitasari
Meskipun Riau akan diberlakukan bulan September 2022 beli solar dan pertalite pakai MyPertamina, tapi sudah 95 persen SPBU yang ada di Riau sudah bisa gunakan atau melayani MyPertamina. FOTO: Kondisi Antrean di SPBU 34.161.62, Jumat (1/4/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Meskipun Riau akan diberlakukan bulan September 2022 beli solar dan pertalite pakai MyPertamina, tapi sudah 95 persen SPBU yang ada di Riau sudah bisa gunakan atau melayani MyPertamina.

Section Head Commrel PPN Sumbagut Agustiawan mengatakan, SPBU di Riau ada sekitar 159 SPBU dan hampir 95 persen SPBU sudah bisa gunakan atau melayani MyPertamina.

"Sekitar 159 SPBU itu tersebar di 12 Kabupaten/Kota dan sekitar 95 persen sudah bisa melayani pembelian pakai MyPertamina," ujar Section Head Commrel PPN Sumbagut Agustiawan kepada Tribun, Kamis (30/6/2022).

Jadi tambah Agus, untuk Riau saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi, registrasi dan penyiapan sarfas yang dibutuhkan.

"Kemudian kita juga akan terus berkoordinasi dengan Pemda dan Hiswana," ucap Agus.

Memang kata Agus lagi untuk implementasinya secara penuh tentu masih membutuhkan waktu dan ada beberapa kendala yang ditemukan.

"Walaupun begitu kita akan tetap berusaha memberikan yang terbaik kepada pelanggan atau masyarakat. Kita juga akan terus berusaha mengatasi kendala yang dihadapi misalnya kendala EDC dan jaringan," ungkap Agus.

Jadi menjelang momen 1 Juli 2022 ini Pertamina akan mulai menerima pendaftaran pengguna BBM bersubsidi melalui halaman website subsiditepat.mypertamina.id, hingga saat ini pihaknya masih dalam tahap sosialisasi registrasi, dan penyiapan sarana serta prasarana yang dibutuhkan.

Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat melakukan pendaftaran di website subsiditepat.mypertamina.id. Hal ini dilakukan agar penyaluran BBM subsidi makin tepat sasaran dan tepat kuota.

"Pendaftaran dibuka pada 1 Juli 2022 mendatang dan akan kita terapkan dalam uji coba awal di lima provinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, direncanakan pendaftaran bagi konsumen Solar dan Pertalite secara Nasional termasuk di provinsi Riau akan dilaksanakan pada awal September mendatang.

"Penyaluran BBM subdisi ada aturannya, baik dari sisi jumlah kuota maupun sisi segmentasi penggunanya. Masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi diharapkan dapat mulai melakukan registrasi," ucapnua

Taufik juga menjelaskan, pengguna yang sudah melakukan pendaftaran identitas dan kendaraannya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data pengguna telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

"Apabila sudah terkonfirmasi, unduh QR code dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna." ungkap Taufik.

Pakai HP di SPBU Boleh Asal Jauh Dari Pompa Pengisian

Menggunakan MyPertamina saat membayar pengisian bahan bakar di SPBU sempat dikhawatirkan masyarakat sebab selama ini ada larangan menggunakan ponsel atau handphone di SPBU.

Namun hal itu dibantah oleh pihak Pertamina, karena tidak di semua lokasi SPBU tidak boleh menggunakan HP.

Section Head Commrel PPN Sumbagut Agustiawan mengatakan, memang ada larangan menggunakan HP di SPBU, tapi hanya di derah tertentu saja.

" Misalnya di public area seperti Convenience Store, Foodcourt, kantor dan pembayaran menggunakan MyPertamina dari dalam mobil atau jarak 1,5 meter dari dispenser SPBU di bolehkan," ujar Section Head Commrel PPN Sumbagut Agustiawan.

Sedangkan yang tidak dibolehkan menggunakan HP atau ponsel itu di area tangki, area pembongkaran SPBU dan tidak terlalu dekat dengan pompa pengisian.

"Jadi menggunakan HP atau Ponsel di SPBU boleh saja asal saat membayar menggunakan MyPertamina jauh dari pompa pengisian," ucap Agus. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved