Jumat, 15 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Usia Belia Tapi Aksinya Sadis, Mayat Korban Dikarung Dilempar ke Kali Pesanggrahan Pakai Pemberat

Usia masih muda tapi aksinya sadis, usai habisi korban, mayat dikarung lalu dilempar ke Kali Pesanggaran

Tayang:
Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Misteri mayat pria dalam karung di Kali Pesanggrahan wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022) lalu akhirnya terkuak. Pelaku juga berhasil ditangkap. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Usia masih muda tapi aksinya sadis, usai habisi korban, mayat dikarung lalu dilempar ke Kali Pesanggaran.

Misteri mayat dalam karung di Kali Pesanggrahan akhirnya terkuak.

Mayat dalam karung di Kali Pesanggrahan ditemukan operator alat berat yang melakukan pengerukan sampah pada Selasa (28/6/2022) pukul 10.15 WIB lalu.

Awalnya, mayat dalam karung itu tak diketahui identitasnya.

Nmaun akhirnya identitas mayat dalam karung dan pelaku pembunuhan sadis itu berhasil diungkap pihak berwajib.

Tak disnagka, pelaku yang teda menghabisi korban dan buang mayat dalam karung ke Kali Pesanggrahan pakai batu pemberat ternyata berusia belia.

Baru 18 tahun umurnya.

Identitas mayat dalam karung juga terkuak. Korban bernama Aples Bagus Trion Langgeng

Pelaku yang amsih berumur 18 tahun tertangkap di tempat penginapan di Kedaung Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, lokasi pembunuhan juga sudah diketahui polisi.

Korban dieksekusi di sebuah ruko di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Terbukti dengan adanya sejumlah tanda-tanda bekas eksekusi di kamar ruko tersebut.

Ruko di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan yang menjadi TKP pembunuhan pria bernama Aples Bagus Trion Langgeng dipasang garis polisi, Rabu (29/6/2022).

Pemasangan garis polisi di ruko yang menjadi tempat pembunuhan dari pria yang mayatnya ditemukan di Kali Pesanggarahan itu, dilakukan saat tim gabungan kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim gabungan terdiri dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, serta Puslabfor Polri.

"Diduga di sini (TKP pembunuhan), makanya kami kumpulkan alat bukti bersama Puslabfor Polri untuk mendapatkan hasil maksimal guna proses penyidikan," kata Kanit 5 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Dimitri Mahendra di lokasi.

Bukti Bercak Darah di Kasur

Korban Aples meregang nyawa di kamar yang berada di lantai 2 di ruko di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan .

Dilansir dari pantauan TribunJakarta.com, kamar yang menjadi TKP pembunuhan itu berukuran sekitar 3x4 meter.

Terdapat dua kasur tanpa sprei yang letaknya berjajar.

Terlihat bercak darah di kasur yang letaknya berdempetan dengan tembok.

Tim Pusat Laboratorium Forensik kemudian mengambil sampel kasur yang terdapat bercak darahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pelaku ditangkap di sebuah tempat penginapan di Kedaung Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Pelaku adalah pria kelahiran 2004," kata Zulpan kepada wartawan, Rabu (29/6/2022).

Zulpan menjelaskan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan menusuk lalu membuang jasadnya di Kali Pesanggrahan.

"Peran eksekutor memukul, menusuk, dan membuang korban di kali," ungkapnya.

Mayat Ditemukan Operator Eskavator

Mayat Aples pertama kali ditemukan oleh operator alat berat ekskavator bernama Rano Barasa (35).

Rano yang berprofesi sebagai petugas UPK Badan Air Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, kala itu menjalankan tugas rutin membersihkan sampah di aliran Kali Pesanggrahan.

"Tadi kami aktivitas bekerja jam 08.00 dengan rekan-rekan empat rekan kerja saya di sini. Pas saya lagi aktivitas sekitar pukul 08.30, saya sedang mengoperasikan alat berat ini," kata Rano di lokasi.

Ketika mengeruk sampah menggunakan alat berat, Rano melihat karung berwarna putih yang terikat.

Merasa ada yang janggal, ia pun mengeruk karung tersebut hingga ke bantaran kali.

"Pas dicek, ini kayanya mayat. Jadi dengan spontanitas saya, karena saya juga lagi syok takut, saya lepas lagi ke air situ. Enggak lama kita koordinasi sama pengawas kita di sini, baru pengawas kita kontak pihak kepolisian," ujar dia.

Ia memaparkan, mayat tersebut terbungkus dua karung. Karung pertama menutupi kepala hingga pinggang.

Sedangkan karung kedua menutupi pinggang hingga ke ujung kedua kaki.

"Dua karung, jadi atas bawah, terus diikat dan kayaknya dikasih batu buat jadi pemberat," ungkap Rano.

Misteri Mayat Pria Dalam Karung

Sesosok mayat pria terbungkus karung ditemukan di Kali Pesanggrahan wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2022).

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Agus Widartono mengatakan, mayat pria dalam karung itu ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB.

Mayat pria dalam karung ditemukan pertama kali petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan saat membersihkan Kali Pesanggrahan dengan beko.

"Pada saat mereka dari dinas kebersihan membersihkan pakai beko. Kemudian ditemukan itu dilaporkan ke Binmas. Binmas dilaporkan ke Kapolsek, kita datang," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa.

Agus mengungkapkan, polisi tidak menemukan identitas di tubuh korban. Hanya ditemukan uang Rp 2.000 di saku celana pria tersebut.

"Mr X, identitas belum ditemukan, tidak ada di TKP. Cuma uang Rp 2.000 di dalam kantong," ungkapnya.

Hingga saat ini polisi belum memastikan apakah mayat pria dalam karung itu merupakan korban pembunuhan atau bukan.

"(Dugaan pembunuhan) nanti saja lah itu Polres yang menangani, kita kan TKP awal dulu," tutur Agus.

Dilempar dari Jembatan

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Agus Widar menduga mayat dalam karung sengaja dibuang oleh pelaku kejahatan.

"Makanya tadi ditemukan di karung, ada indikasi dibuang. Dibuang dari jembatan," kata dia, saat dikonfirmasi.

Agus menuturkan, mayat itu ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB.

Adapun mayat ditemukan berada dalam karung.

"Identitas belum ditemukan. Tidak ada KTP. Ada uang 2 ribuan di dalam kantong," ujarnya.

"(Lokasi penemuan mayat) Kali pesanggrahan, Jalan Departemen Luar Negeri," sambungnya.

Agus menuturkan, mayat diperkirakan berusia di atas 20 tahun.

Rano mengaku tidak dapat melihat secara jelas mayat pria tersebut sehingga tidak mengetahui ada atau tidaknya luka di tubuh korban.

"Kalau lukanya saya enggak tahu persis, karena ditutupin pakai karung. Pas dibuka dihalangin juga, sama tim inafis pakai tikar gitu. Jadi enggak bisa lihat jelas," tutur dia.

Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Agus Widartono mengatakan, mayat pria dalam karung itu diduga dibuang dari jembatan.

"Makanya tadi ditemukan di karung ada indikasi dibuang. Dibuang dari jembatan," kata Agus saat dikonfirmasi, Selasa.

Terkait adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh pria tersebut, Agus menuturkan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Ya masih dilidik (selidiki) untuk tanda-tanda kekerasan," ujar dia.

Nyawa Sengaja Dihilangkan Pelaku Kejahatan

Mayat pria dalam karung yang ditemukan mengambang di Kali Pesanggrahan, Jalan Deplu Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ternyata korban pembunuhan.

Hal itu diketahui setelah pihak kepolisian melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Iya (korban pembunuhan), sudah divisum, sudah diotopsi," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Agus Widartono saat dikonfirmasi, Rabu (29/6/2022).

Namun, Agus belum menyebutkan luka atau tanda-tanda kekerasan yang ada di tubuh korban.

(Tribunnetwork/thf/TribunJakarta.com/Wartakotalive.com)

Sumber: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2022/06/30/pemuda-18-tahun-eksekutor-dibalik-kasus-mayat-dalam-karung-kali-pesanggrahan?page=4.

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved