Breaking News:

Perintah Pak Luhut ke Mendag Zulkifli Hasan, Ekspor CPO Harus Segera Direalisasikan

Perintah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan ke Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan

Editor: Ilham Yafiz
DOKUMENTASI TRIBUNPEKANBARU / BYNTON SIMANUNGKALIT
Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit. Menko Luhut minta mendag segera realisasikan ekspor CPO. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perintah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Panjaitan ke Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk mempercepat realisasi ekspor minyak sawit mentah.

Langkah percepatan realisasi ekspor CPO itu harus dilakukan dikarenakan kapasitas tangki-tangki yang dalam waktu dekat akan kembali penuh.

Selain hal itu, kebijakan ini juga dilakukan mengingat masih rendahnya harga tandan buah segar (TBS) di sisi petani.

Hal ini disampaikan Luhut dalam rapat evaluasi kebijakan pengendalian minyak goreng pada Jumat (1/7/2022).

"Saya minta Kemendag untuk dapat meningkatkan pengali ekspor menjadi tujuh kali untuk ekspor sejak 1 Juli ini dengan tujuan utama untuk menaikkan harga TBS di petani secara signifikan,” ujar Luhut dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Minggu (3/7/2022).

Selain itu, salah satu langkah untuk meningkatkan harga Crude Palm Oil (CPO) pada semester II adalah dengan menaikkan B30 menjadi B35/B40 dan diterapkan secara fleksibel tergantung pasokan dan harga CPO.

Luhut pun meminta Kementerian ESDM, BPDP-KS, dan Pertamina untuk dapat segera mengkaji terkait rencana tersebut agar harga dapat terkendali.

“Saya harap seluruh kementerian dan lembaga yang terkait dapat segera menindaklanjuti pekerjaan terkait isu ini, agar harga minyak goreng dapat segera terkendali dan menguntungkan bagi masyarakat, petani, maupun para pengusaha,” ucap Luhut.

Lebih lanjut Luhut memastikan bahwa Pemerintah saat ini tengah berupaya menemukan keseimbangan antara target dari sisi hulu hingga hilir terkait pengendalian minyak goreng.

“Saat ini harga minyak goreng telah mencapai Rp 14.000 per liter di Jawa-Bali, sehingga kebijakan di sisi hulu dapat kita mulai relaksasi secara hati-hati untuk mempercepat ekspor dan memperbaiki harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani,” tegas Luhut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved