Breaking News:

Harga Sawit di Riau Anjlok

Jika Mau Harga TBS Sawit Stabil, Kata Ketua Aspekpir Riau, Pajak CPO Harus Turun Jadi 25 Persen

Pajak CPO di Indonesia mencapai 48 persen. Jika mau harag TBS sawit stabil, pajak CPO harus turun jadi 25 persen

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ilustrasi sawit. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau mencapai angka Rp 1.000 lebih sangat dikeluhkan para petani.

Pasalnya, pekan ini harga TBS kelapa sawit penetapan dari Dinas Perkebunan Riau hanya Rp 1.772,38 per kilogramnya.

Sementara itu harga ditengah masyarakat atau di tingkat pengepul ada yang mencapai Rp 800 per kilogramnya.

Hal itu tentunya sangat disayangkan, sebab kalau harga TBS terus turun membuat petani makin susah.

Karena biaya operasional yang dikeluarkan tidak setimpal dengan harga jual TBS.

"Kalau ini terus berlanjut tentunya kita takut banyak petani yang tidak mau memanen sawitnya, karena hasilnya tidak setimpal," ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Aspekpir Indonesia Riau Sutoyo kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (5/7/2022).

Untuk itu Sutoyo berharap kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Keuangan agar mengevaluasi pengutan - pungutan dan pajak CPO dan segala turunannya.

"Saat ini saja pajak di Indonesia mencapai 48 persen, sedangkan di Thailand pajaknya hanya 3 persen dan Malaysia hanya 7 persen," ucapnya.

Jadi jika dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia harga CPO mereka jauh lebih tinggi dari Indonesia.

"Thailand pajak 3 persen dari harga CPO 22.000 x 97 persen maka harga CPO mereka 21.300. Kemudian Malaysia pajak 7 persen dari harga CPO 22.000 x 93 persen maka harga CPO mereka 20.460," ungkap Sutoyo.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved