Breaking News:

Tembus Rp 15 Ribu, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Ditutup Melemah Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikar hari ini tembus Rp 15.000. Ada faktor yang menyebabkan lemahnya nilai tukar rupiah hari ini.

Editor: Ilham Yafiz
DOKUMENTASI TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi uang Rupiah. Tembus Rp 15 Ribu, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Ditutup Melemah Hari Ini 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat hari ini, Rabu (6/7/2022) sore ditutup melemah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikar hari ini tembus Rp 15.000.

Ada faktor yang menyebabkan lemahnya nilai tukar rupiah hari ini.

Di pasar spot, rupiah ditutup melemah 0,04 % ke Rp 14.999 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara, di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda ikut melemah 0,16 % ke level Rp 15.015 per dolar AS.

Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan pelemahan rupiah tembus di level Rp 15.000 karena penguatan indeks dolar AS ke level tertinggi sejak 20 tahun.

"Karena pasar mengalami kekhawatiran terhadap ekonomi global yang mungkin jatuh ke dalam resesi mendorong permintaan safe-haven dolar. Pelemahan rupiah diperparah oleh jatuhnya harga komoditas secara umum, karena inflasi membuat permintaan dan daya beli melemah," ucap Sutopo kepada Kontan.co.id, Rabu (6/7).

Data lokal tidak banyak mempengaruhi pergerakan rupiah. Surplus perdagangan Indonesia sedikit melebar menjadi US$ 2,90 miliar pada Mei 2022 dari US$ 2,70 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Tapi angka ini lebih rendah daripada ekspektasi pasar sebesar US$ 3,83 miliar.

Sutopo mengatakan ekspor tumbuh 27 % dari tahun sebelumnya ke level terendah tiga bulan sebesar US$ 21,51 miliar dan merupakan laju paling lemah dalam empat bulan terakhir, menyusul larangan pengiriman minyak sawit.

Sedangkan impor naik lebih cepat 30,74 % menjadi US$ 18,61 miliar, di tengah penguatan permintaan domestik. Selama lima bulan pertama tahun ini, barang-barang mencatat surplus US$ 19,79 miliar, dengan ekspor dan impor masing-masing melonjak 36,34 % dan 28,93 % .

Dimana tingkat inflasi tahunan Indonesia meningkat menjadi 4,35 % pada Juni 2022 dari 3,55 % pada Mei. Realisasi inflasi Juni berada di atas konsensus pasar sebesar 4,17 % dan melampaui kisaran target bank sentral antara 2 % hingga 4 % .

"Ini adalah angka tertinggi sejak Juni 2017. Pada basis bulanan, harga konsumen naik 0,61 % di bulan Juni, melampaui perkiraan kenaikan 0,44 % ," ucap Sutopo.

Sutopo menyampaikan hingga saat ini, Bank Indonesia (BI) belum melakukan tindakan untuk meredam laju inflasi yang telah menjangkiti secara nasional, terutama efek dari kenaikan energi.

"BI mempertahankan suku bunga reverse repurchase 7-hari kunci stabil pada rekor terendah 3,5 % pada pertemuan 23 Juni 2022, sejalan dengan perkiraan pasar, mengatakan masih memantau risiko inflasi yang meningkat dan akan menyesuaikan kebijakan moneter yang sesuai, ujar Sutopo.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved