Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Jelang Pembahasan R-APBD 2023, DPRD Pekanbaru Sebut Daerah Ini Mendesak Dibangun SMAN/SMKN Baru

DPRD Pekanbaru meminta ke depan persoalan minimnya ketersediaan SMAN di Kota Pekanbaru harus dicarikan jalan keluarnya.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
KOMPAS.com/ALBERTUS ADIT
DPRD Pekanbaru meminta ke depan persoalan minimnya ketersediaan SMAN di Kota Pekanbaru harus dicarikan jalan keluarnya. Foto Ilustrasi siswa SMA ujian 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Minimnya ketersediaan SMAN di Kota Pekanbaru, selalu dikeluhkan masyarakat.

Hal ini diperparah lagi, antara jumlah siswa-siswi yang tamat SMPN, dengan daya tampung SMAN/SMKN, tidak seimbang.

Kondisi ini sebenarnya sudah lama terjadi di Kota Pekanbaru. Namun perhatian pemerintah seakan kurang memprioritaskan pendidikan.

Legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru meminta, ke depan persoalan ini harus dicarikan jalan keluarnya.

Satu di antaranya, pemerintah, yakni Pemprov Riau selaku yang berwenang, harus membangun gedung baru untuk SMAN di Pekanbaru tahun 2023 mendatang.

"Sengaja kita ingatkan Pemprov Riau sebelum pembahasan R-APBD 2023, untuk SMAN/SMKN baru ini. Karena tidak ada alasan, untuk tidak bisa membangunnya," tegas Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan, kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (7/6/2022).

Sekadar gambaran, jumlah SMAN tidak seimbang dengan jumlah SMPN yang ada di Pekanbaru. Di Pekanbaru, untuk SMPN sekitar 48 unit, dan untuk SMPN lebih kurang sekitar 22 unit. Jumlah ini membuat penyebaran siswa tidak seimbang.

Dijelaskan, diakui atau tidak, masyarakat Kota Pekanbaru saat penerimaan siswa baru, banyak mengadukan hal ini ke Anggota DPRD Pekanbaru. Terutama untuk memasukkan anaknya di SMAN di Kota Pekanbaru.

Padahal, kewenangan DPRD Pekanbaru, tidak ada untuk SMAN ini. Hanya saja, demi masyarakat, Anggota DPRD Pekanbaru tetap berkoordinasi dengan rekan-rekan wakil rakyat di DPRD Riau.

Namun yang menjadi kendala, selain masalah zonasi, juga masalah minimnya ketersediaan SMAN.

"Jadi, kendalanya, masyarakat susah mau masuk ke SMAN/SMKN karena kesulitan mencari zonasinya. Kadang-kadang (zonasi) tidak tepat, mau masuk sekolah yang ini terlalu jauh, mau masuk sekolah yang dekat rumah tidak bisa masuk. Makanya, solusinya bangunan SMAN /SMKN perlu ditambah," harapnya.

Tentunya, pembangunan gedung SMAN/SMKN baru, sesuai dengan kebutuhan dan jumlah penduduk.

Seperti halnya di Kecamatan Tuah Madani, Kecamatan Bina Widya, Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Tenayan Raya.

"Daerah-daerah ini perlu segera dibangun SMAN /SMKN baru. Caranya, Pemprov Riau tunda dulu program yang tidak prioritas," saran Politisi Gerindra ini. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved