Breaking News:

Berita Rokan Hilir

300 Dosis Vaksin Penanganan PMK Sudah Didistribusikan Melalui Sentra Peternakan di Rohil

DKPP Rokan Hilir (Rohil) menerima sekitar 300 dosis vaksin dalam rangka penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Seorang peternak sapi saat menyemprot sapi dengan menggunakan cairan disinfektan di kandang ternak sapi jalan Melati, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Sabtu (2/7/2022). Penyemprotan ini guna mencegah terjadinya kasus PMK pada sapi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BAGANSIAPIAPI – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rokan Hilir (Rohil) menerima sekitar 300 dosis vaksin dalam rangka penanganan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK).

Vaksin yang diterima dari Provinsi Riau ini nantinya akan digunakan sebagai upaya pengawasan dan penanganan kasus PMK pada hewan ternak jelang Hari Raya Idul Adha.

Kepala DKPP Rohil Wan Rusli Syarief menjelaskan, tingginya permintaan terhadap hewan ternak pada momen Idul Adha harus disikapi dengan vaksinasi untuk dapat menjaga kesehatan hewan terhindar dari PKM yang mulai terjadi di beberapa daerah.

“Vaksin tersebut telah dipergunakan untuk hewan ternak yang ada sesuai dengan keperluan,” harapnya.

Wan Rusli menambahkan, pendistribusian vaksin ini di utamakan kepada daerah sentra peternakan yang ada di Kabupaten Rohil, antara lain dii Kecamatan Bagan Sinembah, Balai Jaya dan Bagan Sinembah Raya.

“Semoga tidak ada kendala atau masalah pada hewan kurban kita hingga pada saat kegiatan pemotongan nantinya,” pungkas Wan Rusli.

Baca juga: Baru 200 Hewan Ternak Dapat Suntik Vaksin PMK, Distakan Pekanbaru Ajukan Tambahan 600 Dosis

Baca juga: UPDATE Kasus PMK di Riau Sudah Ditemukan di Tujuh Kabupaten, Total 862 Kasus

Sementara itu, sampai saat ini belum ditemukan kasus PMK terhadap hewan ternak di Kabupaten Rohil. DKPP Kabupaten Rohil belum menerima adanya laporan atau informasi ternak di wilayah Rohil yang terinveksi PMK.

Resiko penularan PMK di Kabupaten Rohil memang tergolong kecil, karena memiliki populasi ternak sapi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah, sehingga tidak banyak mendatangkan ternak sapi dari luar daerah.

DKPP Rohil memperketat pemeriksaan 24 jam di perbatasan Riau - Sumatera Utara sebagai satu diantara langkah agar sapi luar tidak masuk dengan bebas.

Sapi boleh masuk ke wilayah Rohil dengan syarat memikiki surat kesehatan hewan, jika sudah dinyatakan sehat baru bisa dipersilahkan masuk ke wilayah Rohil.

Letak geografis Kabupaten Rohil yang menjadi daerah perbatasan antara Provinsi Riau dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) juga menjadi perhatian penting, sehingga pemeriksaan perbatas memang harus diperketat di Pos Check Poin lalu lintas ternak yang didirikan di jalan lintas Riau - Sumut.

( Tribunpekanbaru.com /T. Muhammad Fadhli).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved