Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Fogging di Rumbai Timur, Kasus DBD Terus Mengancam, Komisi III DPRD Minta Masyarakat Waspada

Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi kesehatan, meminta kepada masyarakat, kini harus waspada dengan serbuan kasus DBD

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri S Sos 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi kesehatan, meminta kepada masyarakat, kini harus waspada dengan serbuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Masyarakat diharapkan tidak lengah dengan ancaman DBD ini, pasca ancaman pada penyakit lainnya, covid-19 kasusnya sudah melandai. Terbukti, hampir di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru saat ini, sudah banyak korban DBD berjatuhan.

Terakhir, masyarakat di Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru, pada Jumat (8/7/2022) pagi, meminta Puskesmas setempat, dan Diskes Pekanbaru melakukan fogging di daerah mereka.

"Masyarakat di sini sudah banyak yang terserang DBD. Namun Alhamdulillah, semuanya bisa tertangani dengan baik. Terima kasih pihak Puskesmas dan Dikses yang sangat tanggap ( fogging)," kata Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri S Sos, kepada Tribunpekanbaru.com, usai fogging.

Aidil Amri yang merupakan wakil rakyat Dapil Rumbai ini, bahkan mengapresiasi respon dan langkah cepat Puskesmas dan Diskes Pekanbaru, atas keluhan masyarakat setempat.

Sebab, jika dibiarkan berlarut-larut, bisa jadi DBD semakin banyak berkembang di daerah tersebut. Situasi ini tentunya diharapkannya, menjadi contoh dan diambil pelajarannya bagi seluruh masyarakat di Kota Pekanbaru ini.

Tentunya masyarakat tetap menjaga kebersihan, dan tidak menganggap sepele ancaman DBD ini. Sebab, jika sudah terserang dan keluarganya yang kena, maka yang rugi masyarakat sendiri.

"Saya selaku Ketua Komisi III dan warga Pekanbaru, ayo masyarakat, kita bersama-sama melakukan pencegahan 3 M (menguras, menutup, mengubur). Apalagi, saat ini sering terjadi hujan sehingga banyak genangan air yang bisa menjadi tempat pembiakan nyamuk," terangnya mengajak.

Lebih dari itu, politisi yang konsen membela hak-hak rakyat ini mengajak masyarakat, untuk menghidupkan lagi gotong royong lingkungan, minimal satu kali atau dua kali seminggu.

"Mari perangkat RT dan RW, ajak masyarakatnya lagi gotong royong sebelum ada warganya menjadi korban," harapnya.

Di samping itu juga, Puskesmas dan Diskes Pekanbaru, diminta terus secara kontinue melakukan penyuluhan, pengawasan, hingga turun ke daerah yang rawan diserang DBD.

Data yang diperoleh Komisi III DPRD Pekanbaru dari Diskes Pekanbaru, sejak awal tahun 2022 hingga kini, jumlah kasus DBD di Kota Pekanbaru sebanyak 332 kasus.

Kepala Diskes Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih menjelaskan, dari 332 kasus DBD yang tercatat, kasus terbesar terjadi di Kecamatan Marpoyan Damai dengan total pasien 55 orang. Kemudian 49 orang dari Payung Sekaki, 46 orang dari Tuah Madani.

Selanjutnya, 39 orang dari Kecamatan Rumbai, 33 orang dari Tenayan Raya, 23 orang dari Bukit Raya, 23 orang dari Binawidya. Kemudian, 16 orang dari Kecamatan Sukajadi.

15 orang dari Limapuluh, 12 orang dari Senapelan, 10 orang dari Sail, 4 orang dari Rumbai Barat.

Kemudian 3 orang dari Kecamatan Kulim, 3 orang dari Rumbai Timur, 1 orang dari Pekanbaru Kota.

"Sebagian pasien sudah dinyatakan sembuh dan satu pasien yang masih dalam perawatan. Tidak ada pasien yang meninggal dunia," terangnya.

"Kita meminta, warga memperhatikan lingkungan sekitar, karena kasus DBD mulai sedikit meningkat. Jangan abai," pintanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved