Breaking News:

Berita Bengkalis

DTPHP Bengkalis Sebar Tim ke 11 Kecamatan Periksa Kesehatan Ribuan Hewan Kurban

Seluruh hewan untuk kurban yang sudah melalui proses pemeriksaan petugas DTPHP Bengkalis diberikan tanda khusus, kalung leher.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
istimewa
Para petugas dari DTPHP Bengkalis saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan atau DTPHP Bengkalis membentuk 11 tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan hewan kurban, sapi dan kambing.

Belasan tim yang dibentuk ini tersebar di 11 kecamatan, dan sejak dua hari lalu sudah bergerak melakukan pemeriksaan hewan yang akan dijadikan kurban.

Dua hari bertugas, tim sudah memeriksa kelayakan seperti kesehatan dilaporkan sudah mencapai 700 ekor sapi dan kambing dari jumlah target seperti tahun lalu sebanyak 3.000 ekor.

Pemeriksaan hewan kurban tahun ini berbeda dengan tahun lalu, karena harus memperhatikan tingkat keamanan lingkungan kandang kandang dengan ketat karena masih mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Terkait pengawasan hewan kurban, sudah membentuk 11 tim di masing-masing kecamatan. Memang belum maksimal karena pemeriksaan hewan kurban diperhatikan tingkat kemananan kandang-kandang yang ketat. Dan untuk memberikan perlindungan hewan ternak yang lain," ungkap Kepala Dinas TPHP Bengkalis Tarmizi melalui Kepala Seksi Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan, M Mardani, Jumat (8/7) siang.

Pria yang akrab disapa Hani ini menjelaskan, seluruh hewan untuk kurban yang sudah melalui proses pemeriksaan petugas diberikan tanda khusus, kalung leher.

"Hewan yang sudah diperiksa oleh petugas diberikan tanda kalung," tambahnya.

Musim haji tahun lalu, sedikitnya 3.000 hewan kurban menjadi sasaran pemeriksaan petugas. Namun pada tahun ini munculnya wabah PMK, realisasi pemeriksaan belum bisa diprediksi.

Lalu lintas hewan diperketat memicu kemungkinan terjadi penurunan jumlah hewan yang diperiksa khususnya sapi, dibandingkan kambing.

"Kita mengimbau kepada para panitia penyembelihan kurban agar memperhatikan standar prosedur pemotongan hewan kurban. Tujuannya untuk mengurangi kontaminasi PMK ke hewan ternak lain terutama di wilayah yang tertular," imbaunya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved