Breaking News:

Berita Kampar

Nyaris Tumbang, Berlendir Seperti Gejala PMK, 2 Ekor Hewan Kurban di Kampar Dikembalikan ke Penjual

Seekor kerbau dan sapi yang akan dijadikan hewan kurban di Kampar terlihat seperti bergejala PMK hingga dikembalikan ke penjual

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Mulut hewan kurban di Desa Binuang Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau berlendir seperti gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Penyembelihan hewan kurban di Kampar nyaris tanpa wabah Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) yang sedang marak.

Ditemukan hanya tiga kasus bergejala saat akan disembelih.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnunnak Keswan) Kampar, Syahrizal melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan menyebutkan, ketiga kasus itu tersebar di Kecamatan Bangkinang dan Tapung.

Kecamatan Bangkinang tepatnya di Desa Binuang.

Terdiri dari seekor kerbau dan sapi. Kerbau kemungkinan berasal dari Sumatera Barat dan sapi dari Sumatera Utara. Tetapi masyarakat setempat membelinya dari penjual lokal.

"Kita menemukan dua ekor hewan kurban di Desa Binuang bergejala parah. Kita lihat sudah mau tumbang," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (11/7/2022).

Setelah gejala klinis diperiksa, petugas lapangan menawarkan pilihan tetap disembelih atau dikembalikan kepada penjual.

Masyarakat yang resah dengan wabah memilih dikembalikan. Lalu penjual menukarnya.

Sedangkan di Tapung, tepatnya di Desa Karya Indah. Ia menyebutkan, ada seekor sapi yang bergejala ringan.

Masyarakat tetap menyembelihnya karena gejala klinis tidak berat.

"Dagingnya masih layak konsumsi," katanya.

Sementara itu, Deyus mengatakan, cacing hati masih menjadi wabah yang mendominasi.

Pihaknya banyak menerima laporan dari lapangan. Tetapi penanganannya tidak serumit PMK.

"Seperti biasa, kalau ada cacing hati, cukup hatinya saja yang dibuang. Dagingnya tetap bisa dikonsumsi," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved