Breaking News:

Seolah Tahu Majikan Tak Akan Datang, Buaya Ini Pun Menghilang

Suryanto (48) Ketua RT 06 Bacang Pangkalpinang mengatakan kemunculan buaya yang terbilang jarang lantaran Jori pemberi makan buaya terjerat masalah

(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)
Jori, pemberi makan buaya yang kerap muncul di Kolong Kepuh, Bacang, Pangkalpinang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Warga di kawasan Kolong Kepuh, Bacang Pangkalpinang beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kemunculan buaya berukuran 4 meter 

Buaya ini jadi tontotan warga lantara aksi seorang pria bernama Jori (45).

Dimana, Jori kerap memberikan buaya tersebut yang disapanya Jojo.

Buaya tersebut selalu diberikan makan pada sore hari oleh Jori. Seolah mengerti buaya tersebut pun muncul.

Namun belakangan hampir dua bulan ini, pemandangan pemberian makan buaya ini tak lagi terlihat.

Usut punya usut setelah ditelusuri bangkapos.com, Jori yang kerap memberi makan predator berdarah dingin ini diamankan polisi karena ketahuan menambang secara ilegal di sekitar kolong kepuh tersebut.

Seolah tau tidak ada lagi yang memberi makan, buaya tersebut juga tidak pernah muncul lagi.

Suryanto (48) Ketua RT 06 Bacang Pangkalpinang mengatakan kemunculan buaya yang terbilang jarang lantaran Jori pemberi makan buaya terjerat masalah hukum terkait tambang ilegal di sekitar Kolong Kepuh. 

"Jori sekitar tiga minggu sebelumnya itu diamankan polisi karena ketahuan menambang secara ilegal di sekitar kolong kepuh," ungkap Sunarto saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Minggu (10/7/2022) siang.

Kanit Tipiter Polres Pangkalpinang Aiptu Aprizal seizin dari Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra membenarkan adanya seorang warga atas nama Jauhari alias Jori yang tersangkut kasus hukum mengenai pertambangan ilegal.

Ia mengatakan, aksi Jori dilakukan pada (16/6/2022) dimana aksinya tersebut dilakukan malam hari saat warga tertidur lelap.

Tidak sendiri, aksinya dilakukan bersama rekannya Subhan dengan memanfaatkan satu unit mesin dan perlengkapan tambang lainnya yang kerap disebut TI tungau.

Hal tersebut cukup meresahkan masyarakat sekitar, karena bunyi menderu mesin TI yang cukup menganggu.

Setelah itu tim Polres Pangkalpinang mendapatkan aduan dari masyarakat terkait adanya aktifitas pertambangan ilegal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved