Breaking News:

Berita Dumai

Setengah Hektare Lahan Gambut di Pelintung Telah Padam, Tim Gabungan Masih Lakukan Pendinginan

Lahan gambut 0,5 hektare di Kelurahaan Pelintung, kecamatan Medang Kampai, Dumai berhasil dipadamkan dan petugas gabungan masih melakukan pendinginan

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Mayonal Putra
Asap: tampak asap mengepul di lahan milik masyarakat, di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai, masih terjadi, kebakaran yang telah terjadi pada Minggu (10/7/2022), tersebut melahap semak belukar kurang lebih 0,5 hektare (Ha) lahan di Kelurahaan Pelintung, kecamatan Medang Kampai.

Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) kota Dumai, Adyan Bangga Harahap mengungkapkan, bahwa lahan yang terbakar di kelurahan Pelintung , Kecamatan Medang Kampai, sudah terjadi beberapa hari lalu.

"Lahan yang terbakar itu semak belukar dan berada di lahan gambut, kurang lebih sekitar 0,5 hektare, namun sudah berhasil kita padamkan," katanya, kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (11/7/2022).

‎Adyan menerangkan, meskipun proses pemadaman sudah dilakukan, namun karena kawasan yang terbakar itu berada di lahan gambut maka perlu dilakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

Diakuinya, kondisi lahan yang gambut yang terbakar ini memang harus dilakukan pendinginan, dan saat ini tim gabungan atau Satgas Darat, TNI, Polri, MPA dan lainnya masih terus melakukan pendinginan.

‎Lebih lanjut dijelaskanya, ‎untuk sumber air tersedia dalam artian tidak kurang, hanya saja jika angin kencang bisa saja api kembali muncul, serta aksesnya juga terbilang susah menuju titik titik tertentu, dan pihaknya masih terus melakukan pendinginan.

"Untuk di Kelurahaan Pelintung ini hingga saat ini sudah 8,5 H yang terbakar, dan sudah dilakukan pendinginan," sebutnya

Adyan meminta kerjasama camat dan lurah untuk bersama-sama memantau dan memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Intinya harus ada kerjsama semua lini agar bisa memetakan dan mengantisipasi Karhutla yang terjadi di Dumai," sebutnya.

Dirinya meminta doa kepada masyarakat Dumai, agar Karhutla di Dumai, bisa benar benar padam, dan hujan bisa turun.

"Semoga Hujan deras bisa segera mengguyur kota Dumai, agar titik titik panas bisa benar benar padam sepenuhnya," pungkasnya.(*)

(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved