Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Bupati Zukri Kumpulkan Satgas Banjir Pelalawan, Perintahkan Normalisasi Sungai Kerinci Digesa

Bupati Zukri meminta Satgas menggesa pembersihan drainase Jalintim Kota Pangkalan Kerinci yang selama ini tersumbat dan menjadi penyebab banjir setiap

Penulis: johanes | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Bupati Pelalawan H Zukri mengumpulkan Satuan Tugas (Satgas) penanganan banjir di Pangkalan Kerinci dan menggelar rapat di ruang rapat bupati, Selasa (12/7/2022).

Hal ini untuk mengevaluasi kinerja Satgas penanganan banjir yang telah dijalankan serta menerapkan langkah yang akan dilakukan selanjutnya.

Adapun instansi yang terlibat dalam Satgas banjir yakni Dinas PUPR, DLH, BPBD, Satpol PP dan Damkar, DPMPTSP, pemerintah kecamatan serta seluruh lurah di Pangkalan Kerinci. Satgas ini dibawah koordinasi Asisten ll Setdakab Pelalawan Fakhrizal.

Satgas banjir memaparkan hasil kinerjanya setelah satu bulan dibentuk untuk menanggulangi banjir yang kerap muncul di Kota Pangkalan Kerinci. Mulai visual yang ditampilkan, Satgas telah melakukan pembersihan drainase di tepi Jalintim Pangkalan Kerinci dan sampai saat ini masih berjalan. Kemudian proses normalisasi Sungai Kerinci sebagai pembuangan akhir aliran air sudah mulai menunjukkan hasil. Termasuk pemetaan drainase yang menjadi outlet pembuangan air di Kelurahan Kerinci Kota, Kerinci Barat, dan Kerinci Timur.

Bupati Zukri meminta Satgas menggesa pembersihan drainase Jalintim Kota Pangkalan Kerinci yang selama ini tersumbat dan menjadi penyebab banjir setiap musim hujan.

Tim telah melakukan pembongkaran dan pengerukan parit tersebut untuk memperlancar aliran air. Hanya saja belum maksimal karena baru sebagai kecil yang dibobol dan dikorek.

"Itu harus dilakukan lebih cepat dan semua instansi berbagi tugas. Lubang bekas pembongkaran juga harus ditutup secepatnya, sebelum ada korban di situ," beber Zukri dihadapan anggota Satgas banjir, Selasa (12/7/2022).

Selain itu, Zukri menegaskan agar satgas bergerak cepat menjalankan solusi jangka pendek yang telah diputuskan dalam penanganan banjir.

Termasuk membersihkan parit yang ada di sekitar pemukiman warga yang menjadi aliran utama hingga menuju Sungai Kerinci. Pendekatan kepada warga perlu dilakukan untuk meminimalisir penolakan pembongkaran parit menggunakan alat berat.

Terkait proses normalisasi Sungai Kerinci, lanjut Zukri, Dinas PUPR harus lebih cermat menimbang cuaca kedepan dalam bekerja. Tanah hasil kerukan dan dirapikan ke tepi seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai jalan alternatif. Perluasan pada bagian hulu sungai yang kian mengecil bisa dilakukan agar debit air yang mengalir semakin banyak dan deras.

"Lebarnya harus ditambah. Di tepi kiri dan kanan mustinya bisa menjadi jalan. Makanya bekerja pada saat air surut, jangan ketika banjir," pungkas Zukri.

Ia meminta Satgas segera menuntaskan review masterplan drainase sebagai solusi banjir dengan menurunkan konsultan. Termasuk menurunkan tim apraisal untuk menghitung lahan yang perlu dibebaskan dalam perencanaan masterplan drainase Pangkalan Kerinci.

"Alat yang dibutuhkan saat ini sedang dibeli. Seperti untuk membobok parit. Konsultan masterplan drainase Pangkalan Kerinci juga sekaligus berjalan," paparnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Joko Sutiardi ST menyampaikan, pihaknya telah meminta izin ke Kementerian PUPR melalui balai jalan nasional untuk membongkar drainase. Meski secara administrasi belum diizinkan, namun secara lisan Pemda dipersilahkan untuk membersihkan dan membongkar drainase yang merupakan aset pemerintah pusat itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved