Breaking News:

Berita Bengkalis

2 ASN Mantan Sekretaris dan Bendahara Panwaslu Bengkalis 2015 Jadi Tersangka Korupsi Anggaran

Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Bengkalis terjerat kasus tindak pidana korupsi anggaran Panwaslu 2015.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Istimewa
Dua ASN Bengkalis saat dilimpahkan perkara dugaan korupsi Anggaran Panwaslu Bengkalis tahun 2015. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Bengkalis terjerat kasus tindak pidana korupsi anggaran Panwaslu 2015.

dan resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Bengkalis. Mereka diantaranya berinisial DS dan RI yang terjerat kasus dugaan korupsi saat menjabat di Panwaslu Bengkalis tahun 2015 lalu.

Hal ini diungkap Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Muhammad Reza melalui Kanit Tindak Pidana Korupsi Iptu Hasan Basri kepada awak media, Kamis (14/7/2022).

Menurut dia, keduannya telah dilimpahkan tahap dua ke Kejaksaan Negeri Bengkalis Selasa kemarin.

Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi mencapai angka 2,9 miliar rupiah saat menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara Panwaslu di masa itu di tahun 2015 silam.

"Perkara ini awalnya muncul dari hasil temuan BPKP Riau tahun 2017 lalu dengan angka kerugian sekitar Rp 719 juta, karena pengeluaran tanpa ada laporan pertangungjawaban," terang Hasan.

Saat itu, pihak BPKP memerintahkan para tersangka untuk segera mengembalikan kerugian negara kepada pemerintah Bengkalis.

Para tersangka mengembalikan dengan cara diangsur melalui pemotongan gaji setiap bulan dan berjalan hanya dua bulan.

"Karena tidak ada etikat baik perkara tersebut dilanjutkan kepada penegak hukum di tahun 2019 lalu," tambahnya.

Setelah dilakukan penyelidikan pihak Polres Bengkalis menemukan kerugian Rp 2,9 Miliar, yang merupakan dana keluar tanpa ada pertanggungjawaban.

"Yang membuat penanganannya sedikit lama karena proses auditnya, "tambahnya.

Setelah berkas perkara dua tersangka ini lengkap, pihaknya langsung melakukan pelimpahan Selasa kemarin. Saat ini perkara tersebut sudah menjadi kewenangan Jaksa dari Kejaksaan Negeri Bengkalis.

"Sejauh ini hanya dua tersangka, akan tetapi jika ada fakta persidangan nantinya muncul perkembangan temuan, maka tidak menutup kemungkinan akan menyusul tersangka baru lagi," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved