Breaking News:

Riau Darurat PMK

Pembeli di Pekanbaru Cemas Riau Darurat PMK, Pedagang Daging Sapi Tak Kawatir Karena Hal Ini

Pedagang daging sapi segar tak khawatir usai Riau ditetapkan darurat PMK, di sisi alin pembeli cemas

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Tempat penjualan daging sapi di pasar tradisional Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walau belum mulai berjualan daging sapi, namun para pedagang daging sapi tetap optimistis walau Riau juga dinyatakan sebagai daerah darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini.

Seorang pedagang daging sapi segar Jalan Cipta Karya Pekanbaru, Edi mengatakan, dirinya sudah mendapatkan informasi terkait darurat PMK tersebut dari rekan-rekannya.

Namun demikian, dirinya tidak terlalu kawatir karena sebelum membeli daging, terlebih dulu dipastikan kesehatan sapinya.

"Kebetulan saya ambil di Rumah Potong Hewan (RPH) yang lokasinya tak jauh dari sini. Di RPH, setiap sapi yang masuk itu dipastikan sehat, dan sudah terjamin. Apalagi kan rumah potong kan dari pemerintah juga, jadi nggak bisa sembarangan sapi yang masuk," kata Edi kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (15/7/2022).

Dia menambahkan, saat ini dirinya belum mulai berjualan karena masyarakat masih banyak stok daging kurban, sehingga belum beli daging sementara, karena itu sekitar seminggu lagi dirinya baru akan buka lagi.

"Kita tutup sementara bukan karena PMK, tapi memang karena masyarakat masih banyak daging sapi masing-masing sapi kurban di rumah. Sekitar seminggu lagi baru kita akan buka kembali," ucapnya.

Sementara itu, pedagang di pasar tradisional juga tidak terlalu kawatir dengan darurat PMK, karena para pedagang di pasar juga rata-rata beli daging dari rumah potong, yang sudah terjamin kesehatan sapinya.

"Kita tak terlalu kawatir, karena sapinya dari rumah potong, sehingga lebih aman dan sehat. Karena hewan yang akan dipotong di sana sudah dipastikan kesehatannya,”ujar seorang pedagang daging di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru, Randi.

“Selain itu, kita juga lakukan sosialisasi kepada para pembeli terkait hal ini, sehingga mereka merasa aman,"imbuhnya.

Sementara itu, seorang warga Panam Pekanbaru, Yeni mengaku tetap ada kekhawatirannya untuk mengkonsumsi daging saat ini, terutama sejak diterapkannya darurat PMK untuk wilayah Riau.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved