Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Sebut PAD Parkir Pihak Ketiga Sesuai Target, Komisi II DPRD Pekanbaru Komentar Begini

Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi PAD, merespon atas kinerja Dishub Pekanbaru, atas raihan PAD dari parkir tepi jalan umum.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi PAD, merespon atas kinerja Dishub Pekanbaru, atas raihan PAD dari parkir tepi jalan umum. FOTO ILUSTRASI: Seorang petugas parkir sedang mencoba menggunakan alat pembayaran parkir secara elektronik yang dibantu oleh petugas Dishub Pekanbaru di depan Pasar Buah Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi PAD, merespon atas kinerja Dishub Pekanbaru, atas raihan PAD dari parkir tepi jalan umum.

Berdasarkan rilis dari Dishub Pekanbaru, sejak Januari hingga pertengahan Juli 2022 ini, sudah mengantongi PAD Rp 4 miliar.

Hasil ini didapat dari kerjasama dengan pihak ketiga, PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM), yang memungut uang parkir di beberapa zona yang dibagi. PT YSM menyetorkan Rp19,7 juta, untuk jasa layanan parkir tepi jalan umum di sepanjang zona setiap harinya.

"Tentu ini prestasi yang bagus. Terus ditingkatkan lagi, namun tetap on the track," kata Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Roem Diani Dewi SE MM, Minggu (17/7/2022) kepada Tribunpekanbaru.com.

Hanya saja, di samping prestasi ini, Dishub juga harus melakukan pengawasan ekstra ketat di lapangan. Terutama mengenai pelayanan Jukir kepada pelanggan.

Sebab, banyak laporan masyarakat ke Komisi II DPRD, bahwa pelayanan Jukir pihak ketiga PT YSM, masih buruk. Tagline Dishub konsumen dijemput dan pulang diantar, tidak benar-benar terealisasi di lapangan.

"Termasuk juga jukir yang memungut di tempat yang dilarang. Seperti kemarin di SPBU SM Amin Arengka II, ada juga jukir yang memungut di pelataran Masjid Al Ikhlas Jalan Delima. Ini tak boleh. Tolong ditertibkan," tegasnya.

Politisi Perempuan Partai Demokrat ini juga menyarankan, agar Dishub lebih transparan soal kinerja PT YSM kepada masyarakat. Terutama dalam penggunaan mesin Elektronic Data Capture (EDC) sebagai pembayaran non tunai. Ada sekitar 500 unit alat yang disediakan rekanan.

Apakah memang benar adanya, karena di lapangan dominan masyarakat bayar manual. Artinya, jangan lips servis semata saja.

"Jangan hanya prestasi aja dipublis, tapi juga hambatan dan kegagalan pihak ketiga. Karena ini tidak menjadi rahasia umum, kinerja Jukir perlu dievaluasi total. Itu yang masyarakat inginkan," paparnya.

Lebih lanjut Srikandi Partai Mercy ini meminta, agar dalam memenuhi target PAD yang sesuai kontrak, Dishub harus tegas. Apalagi kontrak PT YSM 10 tahun dengan Pemko Pekanbaru, dengan total raihan PAD yang harus diterima Rp 409 miliar.

Kepala UPT Perparkiran Dishub Kota Pekanbaru Radinal Munandar menyebutkan, sejak awal tahun hingga Juli 2022 ini, PAD yang sudah diterima dari pihak ketiga (PT YSM) atas kerjasama parkir tepi jalan Rp 4 miliar.

"Hingga kini, PT YSM selaku rekanan pengelola parkir di tepi jalan umum, masih komitmen dalam menjalankan kontrak kerjasama. Setiap hari harus setor Rp19,7 juta," paparnya.

Mengenai peningkatan layanan Jukir, pihaknya terus memberikan pengarahan dan pengawasan di lapangan. Jika memang ada Jukir yang di luar kewajaran, silakan lapor ke UPT Dishub Pekanbaru.

"Yang pasti, sejak kontrak kerjasama dengan PT YSM sejak September 2021 lalu, sampai sekarang, belum ada kendala yang ditemukan. Rekanan masih komitmen menyetorkan pendapatan setiap hari," akunya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved