Breaking News:

Berita Dumai

Meski Nihil Kasus PMK Hewan Ternak, Kota Dumai Kembali Dapat Jatah 1400 Vaksin

Pada tahap satu vaksin, DKPP Dumai memvaksin 300 hewan ternak milik masyarakat dan selanjutnya pada tahap dua direncanakan 1400 vaksinasi ternak.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: CandraDani
Istimewa
Petugas DKPP Dumai melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi. 300 vaksin bantuan pemerintah pusat sudah disalurkan sebagai upaya pencegahan PMK. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Tahap kedua pelaksanaan vaksinasi pada hewan hewan ternak berkuku belah milik masyarakat di Kota Dumai bakal segera dilaksanakan.

Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai telah melakukan vaksinasi hewan ternak warga sebagai upaya untuk menghindari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Nurzerwan melalui Kasi Kesehatan Hewan, drh Rizqi Munarok, mengungkapkan, setelah mendapatkan vaksin PMK tahap pertama sekitar 300 vaksin, pihaknya telah menyuntikanya kepada hewan ternak sapi dan Kerbau milik petani.

Ia menambahkan, untuk vaksin PMK tahap pertama dari kementerian sudah disuntikan seluruhnya terhadap hewan ternak di Kota Dumai.

Pihak DKPP Dumai memberi vaksin ini khusus bagi hewan jenis sapi dan kerbau.

‎Dijelaskannya, dalam waktu dekat kota Dumai, bakal kembali menerima sekitar 1400 vaksin PMK dari kementerian, yang memberi Provinsi Riau jatah sekitar 50 Ribu vaksin.

Rizqi mengaku, nantinya setelah mendapat sekitar 1400 vaksin, ‎ maka difokuskan vaksinasi terhadap hewan ternak jenis sapi dan kerbau, sedangkan untuk hewan ternak jenis kambing, domba, babi dan lainnya akan menyusul. ‎

"Vaksinasi saat ini DKPP masih mengutamakan kelompok peternak yang berada di binaan DKPP Dumai, dan untuk masyarakat belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan dari vaksin itu sendiri, " katanya, Senin (18/7/2022)

Lebihlanjutdijelaskanya, secara keseluruhan Dumai sendiri membutuhkan sekitar 5.000 vaksin, agar hewan ternak baik milik kelompok maupun masyarakat dapat divaksinasi secara keseluruhan, 5000 itu hanya terpenuhi untuk hewan sapi atau kerbau saja tidak termasuk kambing, domba dan babi.

"Target utama dilakukan vaksinasi ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi hewan ternak, jika ada ditemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK, setidaknya penyebaran bisa dihentikan dengan vaksinasi," imbuhnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved