Breaking News:

Prancis Kelimpungan Nyari Energi Pengganti Selain Pasokan Rusia yang Sudah Diputus

Prancis kekurangan pasokan gas dari Rusia akibat embargo ekonomi ke negara itu oleh Eropa dan Amerika Serikat. 

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Ilham Yafiz
INA FASSBENDER / AFP
Sebuah regulator untuk saluran gas digambarkan di Open Grid Europe (OGE), salah satu operator sistem transmisi gas terbesar di Eropa, di Werne, Jerman barat pada 15 Juli 2022. Jerman mengakui kekurangan pasokan gas Rusia untuk musim dingin. Kini prancis juga kekurangan energi dari Rusia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Prancis kekurangan pasokan gas dari Rusia akibat embargo ekonomi ke negara itu oleh Eropa dan Amerika Serikat

Kini negara mode itu sedang mencari pasokan energi baru pengganti gas yang dihentikan dari Rusia

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menjamu Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed di Paris minggu depan, sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Bloomberg pada hari Selasa. 

Dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara Eropa telah mencari alternatif untuk mengganti energi Rusia yang terputus. 

Sumber tersebut menyoroti bahwa Prancis telah berbicara dengan UEA tentang pasokan minyak dan diesel yang lebih besar sejak Uni Eropa berjanji untuk mengurangi ketergantungan energinya pada Rusia.

Sebagai anggota terkemuka OPEC, UEA menguasai sekitar 6 persen dari cadangan terbukti minyak mentah dunia. Pasokan dari negara itu setidaknya bisa menjadi alternatif sementara untuk energi Rusia, kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire kepada media lokal bulan lalu.

Bisnis intensif energi di Prancis saat ini sedang mempersiapkan kemungkinan pemadaman listrik jika terjadi pengurangan lebih lanjut pasokan gas alam dari Rusia

Raksasa industri negara itu dilaporkan telah mengubah boiler gas mereka untuk menggunakan batu bara dan minyak.

Prancis menerima hampir 17 % gas alamnya dari Rusia melalui koneksi jaringan dengan Jerman. Bulan lalu, bagaimanapun, pasokan ke Jerman melalui pipa Nord Stream Rusia dipangkas 60 % karena masalah teknis yang berasal dari sanksi Barat. 

Pada hari Senin, Gazprom menghentikan aliran gas alam melalui pipa karena pekerjaan pemeliharaan yang direncanakan, yang akan berlangsung hingga 21 Juli. 

Tidak ada gas yang akan mengalir melalui pipa selama periode ini. Operator menyoroti bahwa perbaikan telah dijadwalkan sebelumnya dan disepakati dengan semua pihak.

Pada bulan April, Macron mendesak Uni Eropa untuk membatasi impor minyak dan batubara Rusia. Rusia memasok sekitar 20 % batubara UE pada tahun 2020 dan menyediakan sekitar sepertiga dari kebutuhan minyak blok tersebut dan 40 % dari penggunaan gasnya.

( Tribunpekanbaru.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved