Breaking News:

Berita Dumai

Kapal Ditenggelamkan, Miras Digilas, Narkoba Dibakar, Kejari Dumai Musnahkan Barang Bukti

Kejari Dumai memusnahkan barang bukti hasil tindak pidana umum dan pidana khusus yang sudah inkrah dengan berbagai cara

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) di Kejari Dumai Riau, Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai memusnahkan barang bukti hasil tindak pidana umum dan pidana khusus selama periode Agustus 2021 hingga Juli 2022.

Barang bukti dimusnahkan setelah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Pemusnahan barang bukti tersebut, dilakukan disejumlah tempat dangan cara berbeda.

Kegiatan pemusnahan juga disaksikan unsur forkopimda, dan pihak terkait, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Dumai, pada Rabu (20/7/2022).

Pemusnahan barang bukti tersebut, dilaksanakan dengan cara diblender, dilindas dengan alat barat, dipotong menggunakan gerinda, dibakar, dan ditenggelamkan untuk kapal.

Setelah memusnahkan barang bukti, Plt Kepala Kejaksaan Negeri Dumai Dzakiyul Fikri mengungkapkan, bahwa pemusnahan barang bukti ini dilakukan secara transfaran disaksikan sejumlah pihak.

Dijelaskannya, pemusnahan barang bukti perkara perkara yang ditangani bidang tindak pidana umum maupun bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Dumai.

Selama periode setahun dari bulan Agustus tahun 2021 sampai dengan bulan Juli 2022 yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Barang bukti tindak pidana umum seperti barang bukti narkotika sebanyak 87 perkara berupa sabu-sabu seberat 422.475 gram,” urainya.

“ Selain itu, pil ekstasi seberat 53,985 gram dan 196 butir serta daun ganja kering seberat 20,14 gram, dimusnahkan dengan cara dibakar maupun diblender," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, barang bukti tidak pidana umum lainnya ada sebanyak 19 perkara seperti tindak pidana pemalsuan uang sebesar Rp20 juta.

Kasus pencurian, penganiayaan, perlindungan anak, perjudian, penggelapan.

Kasus lain serta barang buktinya berupa egrek dodos, handphone, pakaian, kunci kunci juga dimusnahkan dengan cara di potong menggunakan gerinda, dan bakar.

"Kita juga akan menenggelamkan sebanyak tiga unit kapal penangkap ikan asal Malaysia,” ujarnya.

“Sedangkan barang bukti tindak pidana khusus berupa barang bukti tindak pidana kepabeanan minuman beralkohol 40 persen sebanyak 858 botol, perkara rokok sebanyak 1.482,9 slop, sudah kita musnahkan dengan cara dilindas dengan alat barat, sedang rokok di bakar," lanjutnya

Fikri berharap dengan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum dan khusus, barang bukti tidak disalahgunakan serta adanya trasparasi untuk semuanya.

"Melalui kegiatan pemusnahan yang mana barang bukti yang tidak memiliki nilai serta memiliki dampak berbahaya tidak dapat disalahgunakan, karena akan merugikan orang lain dan tentu negara," pungkasnya

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved