Berita Kampar
Fenomena Alam Awan Jatuh di Kampar Videonya Viral Diragukan BPBD, Begini Penjelasannya
Video penampakan gumpalan busa seperti awan yang viral diragukan BPBD Kampar karena diduga itu merupakan limbah pembuih yang terbawa angin
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar belum menerima informasi tentang diduga awan jatuh. Video penampakan gumpalan busa seperti awan tersebut beredar luas sejak Rabu (20/7/2022).
Kepala Pelaksana BPBD Kampar, Agustar melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Adi Candra Lukita belum mengetahui fenomena awan jatuh di Kampar.
"Kami nggak tahu informasi ini. Nggak ada laporan," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (21/7/2022) dini hari.
Meski begitu, ia masih meragukan gumpalan busa putih bersih itu adalah awan.
Ia pun membandingkannya dengan sebuah video yang menggambarkan fenomena mirip di Jombang, Jawa Timur sekitar 2019. Warga heboh karena gumpalan awan dikira awan.
Candra menduga busa itu dari limbah pembuih yang terbawa angin.
Limbah bisa saja dari perusahaan atau rumah tangga yang masuk ke pusaran air.
Lalu menimbulkan buih besar dan beterbangan tertiup angin.
Menurut dia, fenomena buih besar tersebut bisa dibuat.
"Bawa sampo atau sabun yang banyak, masukkan dalam pusaran air di kanal atau di persimpangan parit yang kencang. Nanti banyak juga busanya. Terus tiup pakai kipas angin besar, atau tunggu angin kencang," jelasnya.
Menurur Candra, wujud awan tidak seperti terlihat dalam video yang viral itu.
Awan adalah partikel air yang berasal dari hasil penguapan dengan massa padat ringan di bawah titik embun. Sehingga awan hanya dapat dilihat kasat mata karena atmosfer.
"Wujudnya terlihat lebih seperti asap, tapi tidak bisa dipegang. Nah, dalam video bentuknya seperti busa," tandasnya.
Sebuah video awan jatuh di Kampar viral. Video itu mulai beredar sejak Rabu (20/7/2022). Gumpalan busa tampak berserakan.
Busa putih terlihat di video berdurasi 1 menit 3 detik.
Pembuat video memasang teks pada video "Awan Jatuh di Kampar Riau" dengan disertai tiga emoji wajah menangis mengeluarkan air mata biru.
Pemilik akun Indonesia Dalam Berita yang mengunggah video ini bahkan menambahkan kalimat permintaan kepada Sang Pencipta.
"Semoga baik-baik saja ya Allah," tulis pemilik akun.
Video dibuat dengan aplikasi SnackVideo. Diiringi lagu berjudul "Abadi Selamanya" yang dikomposisikan oleh komposer Iwang Modulus dan rilis pertama sekali tahun 2007.
Video tampak diambil di areal perkebunan kelapa sawit.
Busa putih bersih berukuran besar seperti awan tampak berserakan di jalan dalam kebun.
Ada juga di sekitar tanaman sawit dan ada yang menempel di pohon sawit.
Si pembuat video sepertinya mengabadikan fenomena langka itu dengan berkendara di antara gumpalan busa.
Terlihat dari kecepatan peralihan gambar gumpalan busa satu ke gumpalan yang lain dan getaran gambar.
( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/awan-kampar-viral.jpg)