Breaking News:

Berita Pelalawan

Jadi Biang Kemacetan di Pangkalan Kerinci, DPRD Pelalawan Minta Dishub Data Pemilik Bus Karyawan

Keberadaan bus pengangkut karyawan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan, jadi polemik bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Bus pengangkut karyawan parkir sembarangan di ujung Jalan Sultan Syarif Hasim Pangkalan Kerinci, Kamis (21/7/2022). Keberadaan ratusan bus karyawan dituding sebagai penyebab kemacetan oleh DPRD Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Keberadaan bus pengangkut karyawan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau sampai saat ini masih menjadi polemik bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Pasalnya, bus yang jumlahnya puluhan hingga seratusan dituding menjadi penyebab kemacetan yang terjadi setiap hari di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci.

Bus besar dan panjang itu hampir setiap saat lalu lalang di Jalintim ibukota Pelalawan hingga meresahkan masyarakat, khususnya para pengguna jalan raya.

Apalagi bus pembawa karyawan perusahaan itu beroperasi pada jam sibuk, pagi dan sore jelang maghrib, akan menimbulkan kemacetan.

"Masalah bus di Pangkalan Kerinci ini sampai sekarang belum selesai. Masyarakat sudah resah dan banyak laporan ke dewan. Ini harus dituntaskan segera," kata Ketua Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, Carles S.Sos kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (21/7/2022).

Carles menerangkan, bus karyawan yang beroperasi terus bertambah seiring dengan jumlah pekerja yang meningkat di kawasan industri milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Padahal kondisi Jalintim Kota Pangkalan Kerinci kian sempit, ditambah lagi dengan proyek pembongkaran drainase Jalintim yang sedang berjalan.

Belum lagi bus-bus ini berhenti sembarangan di setiap persimpangan yang banyak dilalui pengendara motor maupun mobil. Alhasil menjadi biang kerok kemacetan yang terjadi saban hari.

Seluruh bus yang dioperasikan perusahaan vendor PT RAPP itu tidak memiliki halte atau tempat perhentian yang resmi, saat menjemput karyawan yang hendak bekerja maupun mengantar pekerja setelah pulang. Sehingga bus sering berhenti dengan sesuka hati yang bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas sewaktu-waktu.

"Kita minta Dishub mendata siapa saja pengusaha atau pemilik bus ini. Jika sudah dapat, akan kita panggil untuk duduk bersama dan membahas masalah ini," papar legislator dari PDI Perjuangan ini.

Wakil Ketua Komisi lll DPRD Pelalawan, Burhan Manjo menimpali terkait keberadaan bus pengangkut karyawan yang saat ini jumlah diperkirakan mencapai seratusan.

Dengan penambahan kuantitas kendaraan yang banyak di jalur Jalintim yang hanya sepanjang 6 kilometer, tentu menimbulkan kemacetan setiap hari.

Bahkan yang paling sering terjadi di Simpang 4 Lampu Merah dekat pos 2 PT RAPP dan beberapa persimpangan yang banyak dilalui masyarakat.

Parahnya lagi, bus-bus semakin sering masuk ke jalan dalam kota dan komplek permukiman penduduk.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved