Breaking News:

Berita Siak

Wabup Siak Pimpin RUA LTKL 2022 pada Sidang Sesi I

Wakil Bupati Siak, Husni Merza dipercaya memimpin sidang sesi I pada momen RUA LTKL di Jakarta.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Wabup Siak Husni Merza memimpin sidang sesi I RUA LTKL 2022 di Jakarta, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wakil Bupati Siak, Husni Merza dipercaya memimpin sidang sesi I pada momen Rapat Umum Anggota (RUA) Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) tersebut, Selasa (19/7/2022) di ruang Merak, Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.

Husni didaulat menjadi pimpinan sidang karena dinilai kompeten dan mempunyai pengalaman luas serta Siak merupakan wakil pimpinan LTKL.

Dalam sidang tersebut dibahas Laporan tahunan LTKL tahun 2021-2022, laporan kemajuan jejaring mitra, dan pengesahan penambahan jejaring mitra utama baru LTKL 2022.

PT Alam Siak Lestari dan Yayasan Sanggar Inovasi Desa disahkan menjadi mitra utama baru di tahun ini.

"Sebagai salah satu anggota dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari, kami diamanatkan memimpin Rapat Umum Anggota LTKL Tahun 2022 bersama bapak Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo selaku Sekretaris Jenderal," kata Husni Merza.

Husni menerangkan, Siak merupakan salah satu Kabupaten pendiri LTKL hingga saat ini masih ikut menjadi pengurus.

Seluruh hasil dari RUA akan di bagikan ke seluruh anggota LTKL.

"Hasi RUA LTKL tersebut nantiknya akan diimplementasikan sesuai dengan karakteristik yang ada di setiap Kabupaten, termasuk Kabupaten Siak,” kata Husni.

Ia melanjutkan RUA merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi yang melibatkan anggota LTKL dan jejaring mitra. Tujuannya dalam menentukan strategi untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga.

Diketahui, LTKL adalah asosiasi pemerintah kabupaten di bawah APKASI yang dibentuk dan dikelola oleh pemerintah kabupaten demi mewujudkan pembangunan lestari yang menjaga lingkungan dan menyejahterakan masyarakat lewat gotong royong.

Melalui deklarasi visi kabupaten Lestari yang disampaikan pada RUA LTKL tahun lalu, para kabupaten anggota berkomitmen untuk bergotong royong dengan pihak lintas sektor untuk melindungi setidaknya 50 persen dari total ekosistem. 50 persen itu ekosistem paling penting dalam yurisdiksi kabupaten.

Pelindungan itu dapat melalui pendekatan yang memastikan setidaknya 1 juta keluarga yang hidup di dalam atau sekitar ekosistem penting dalam kabupaten dapat meningkatkan kesejahteraannya.

“LTKL berfungsi untuk membantu kabupaten anggota mencapai tujuan tersebut. Ini merupakan wadah yang sangat penting dalam mencapai visi kabupaten Siak Hijau,” kata dia.

LTKL menggunakan pendekatan yurisdiksi yang menekankan 5 pilar kunci tata kelola. Lima pilar itu adalah peraturan dan kebijakan, perencanaan, kelembagaan multi pihak, aksi bersama dan pelaporan kemajuan.

LTKL berdiri pada Juli 2017 dan memiliki 9 kabupaten anggota di 6 provinsi di Indonesia. Mereka bekerja berdampingan dengan 24 jejaring mitra multipihak. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved