Breaking News:

Berita Riau

Korban Diminta Lapor, Praktik Investasi Ilegal AGT di Riau Diselidiki Satgas Waspada Investasi

Satu di antara entitas investasi ilegal tersebut yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi adalah Agtkomer.com (money game). Korban diminta lapor

Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
Capture
Kepala OJK Provinsi Riau, M Lutfi mengatakan praktik investasi ilegal AGT di Riau diselidiki Satgas Waspada Investasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 20 entitas ditemukan melakukan penawaran investasi tanpa izin, berdasarkan data dari Satgas Waspada Investasi (SWI) Pusat pada bulan April 2022 lalu.

Dalam data tersebut tercatat hingga Maret 2022 selain penawaran tanpa izin, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan sebanyak 19 entitas robot trading tanpa izin.

Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 634 platform perdagangan berjangka komoditi tanpa izin termasuk di dalamnya kegiatan binary option.

Satu di antara entitas investasi ilegal tersebut yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi adalah Agtkomer.com (money game).

Pihak Satgas Waspada Investasi Pusat telah memanggil dan meminta penghentian kegiatan serta pengembalian dana masyarakat yang telah dihimpun kepada entitas yang diduga telah melakukan penawaran investasi tanpa izin dari regulator dan diduga telah melakukan money game/skema ponzi.

Advance Global Technology (AGT) merupakan salah satu entitas yang diduga melakukan penawaran investasi tanpa izin dari regulator dengan modus jasa periklanan dan sedang dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh Satgas Waspada Investasi.

Sementara itu, Satgas Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi Riau pada periode Juli 2022 memperoleh informasi mengenai praktik penawaran investasi ilegal Advance Global Technology (AGT) di wilayah Provinsi Riau.

Kepala OJK Provinsi Riau, Muhamad Lutfi mengatakan, berdasarkan hal tersebut, pada 5 Juli 2022 SWID Provinsi Riau telah memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintai informasi dan keterangan.

SWID Provinsi Riau telah berkoordinasi dan menyampaikan hal tersebut kepada SWI Pusat dalam rangka menindaklanjuti kasus dimaksud.

"Kami telah memanggil beberapa pihak yang diduga terlibat dalam penghimpunan dana yang dilakukan oleh Advance Global Technology, kami mengimbau agar para korban maupun pihak yang mengetahui atau mencurigai adanya praktik investasi ilegal segera melaporkannya kepada SWI,” kata Lutfi, Kamis (21/7/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved