Breaking News:

Berita Siak

Update Perundungan di Siak, Heboh Siswa SMP Dibully di Sekolah, Kepala Disdikbud Siak Tegur Kepsek

Tim dari Disdikbud Siak menelusuri dugaan perundungan di Siak antar sesama siswa di SMP tersebut yang sempat heboh beberapa hari belakangan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru/Mayonal
Heboh perundungan di Siak Riau yang terjadi di SMPN 2 Lalang, Kecamatan Sungai Apit. Kepala Disdikbud Siak bentuk tim dan tegus kepsek sekolah itu. 

Melihat D membela diri, datang teman-taman H di antaranya inisial R memegang D.

Kemudian D didorong ke dinding hingga di sana D dihajar sampai ia menangis.

“Badan kakak kelasnya juga jauh lebih besar dari badannya yang korban ini,” kata dia.

Saat kejadian itu ada teman-teman D yang melapor ke kantor majelis guru.

Tetapi tidak seorang pun guru yang datang sampai rombongan H selesai mengintimidasi D.

Setelah pulang sekolah, D pun menceritakan pengalamannya kepada keluarganya.

Tengku Asnawi, paman korban tidak terima atas tindakan itu dan meminta sekolah memanggil pihak-pihak yang melakukan bullying.

“Dari Rabu, Kamis dan Jumat belum ada penyelesaian. Sampai Senin ini juga tidak memuaskan. Saya sudah datang sejak pagi, menunggu tiga jam, tidak ada pihak lain, kepala sekolah tidak keluar, karena itu saya khawatir jika kepala sekolah menyepelekan masalah ini,” kata Asnawi.

Menurut Asnawi, pihak sekolah harus menghentikan tindakan bullying di sekolah itu.

Sebab D hanyalah seorang korban dari banyak korban lain pada kasus -kasus yang terpisah.

“Masalah bullying adalah masalah serius, akan membahayakan mental korban bila tidak ada ketegasan pihak sekolah,” kata dia.

D sendiri dilarang oleh keluarganya datang ke sekolah pasca-dibully.

Sebab keluarganya khawatir jika D kembali dibully saat datang ke sekolah dan pihak sekolah tidak bisa melindunginya.

“Kami awalnya juga berpikir melapor ke kantor polisi namun kami sangat berharap ada kepedulian pihak sekolah agar menyetop tradisi bullying dari kakak kelas kepada adik kelas,” kata dia.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Lalang, Mukhlis tampak berupaya menutupi kasus tersebut. Ia justru mengatakan tidak ada bullying di sekolahnya.

“Tidak ada bullying Pak, sudah diselesaikan secara kekeluargaan, terimakasih,” kata Mukhlis sambil menutup rangkaian pembicaraan.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved