Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Banyak Diadukan Warga, Komisi III DPRD Pekanbaru Minta Disdik Copot Kepsek yang Malas Kerja

Komisi III DPRD Pekanbaru menginginkan Disdik Pekanbaru, segera berbenah. Terutama dalam penempatan kepala sekolah (Kepsek), baik SD maupun SMP.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Internet
Komisi III DPRD Pekanbaru menginginkan Disdik Pekanbaru, segera berbenah. Terutama dalam penempatan kepala sekolah (Kepsek), baik SD maupun SMP. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Pekanbaru menginginkan Disdik Pekanbaru, segera berbenah. Terutama dalam penempatan kepala sekolah (Kepsek), baik SD maupun SMP.

Sebab belakangan ini, banyak laporan warga masuk ke DPRD Pekanbaru ikhwal ini. Bahkan sebagian Kepsek malas-malasan masuk sekolah, sehingga para majelis guru sesuka hatinya mengajar para siswa-siswi.

"Sudah saatnya Disdik benar-benar menempatkan Kepsek berdasarkan kriteria yang ada. Jangan asal tunjuk, yang menyebabkan proses belajar mengajar terhambat," kata Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi, kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (24/7/2022). 

Seperti halnya Kepsek salah satu SDN di Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Bina Widya Pekanbaru. Selain Kepsek tersebut sudah masuk masa pensiun, keberadaannya di sekolah pun jarang terlihat.

Kondisi ini membuat para guru tidak bisa fokus mengajar anak-anaknya pasca penerimaan siswa baru kemarin. Karena para guru menunggu instruksi dari Kepsek, siapa wali kelas dan ruang mana saja yang di tempati.

Cerita ini berkembang ke wali murid, yang tentunya menjadi preseden buruk bagi sekolah tersebut.

"Sebenarnya nasib yang sama banyak dialami sekolah lain. Apalagi sekolah negeri. Masalah-masalah seperti ini lah yang harus dibenahi Disdik Pekanbaru. Disdik jangan pura pura tidak tahu masalah seperti ini," sebut Politisi Senior PPP ini.

Agar tidak menjalar ke mana-mana, Disdik diharapkan segera melakukan evaluasi total, tanpa tebang pilih. Artinya, siapa Kepsek yang malas bekerja, apalagi mereka yang sudah mendekati pensiun, copot saja.

Karena hal itu juga mengganggu sistem pendidikan yang berjalan sekarang.

"Jabatan Kepsek ini harus berdasarkan assesment dan aturan yang berlaku. Tidak unsur KKN, seperti yang pernah menimpa guru SDN 105 Pekanbaru di Jalan HR Soebrantas. Kepsek ditunjuk Plt, yang notabenenya anak kandung dari kepala sekolah lama. Ini harus menjadi pelajaran," tegas Ketua DPC PPP Pekanbaru ini lagi.

Lebih dari itu, Zulkarnain menyarankan lagi, bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di kota ini, ke depan Disdik benar-benar menempatkan Kepsek yang mau memajukan dunia pendidikan. Bukan Kepsek yang punya kepentingan terselubung. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved