Breaking News:

Berita Riau

Pekebun Rasakan Harga TBS Sawit Riau Mulai Merangkak Naik

Sejak keputusan PMK, harga TBS Sawit Riau merangkak naik, terlihat pada pekan lalu.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Sejak keputusan PMK, harga TBS Sawit Riau merangkak naik, terlihat pada pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Harga TBS Sawit Riau merangkak naik, dan mulai dirasakan oleh para pekebun.

Sejak dikeluarkannya keputusan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.115/2022 tentang perubahan tarif pajak ekspor terhadap seluruh produk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yakni CPO dan palm oil dan use cooking oil dan crude palm oit menjadi 0 persen harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Riau mulai merangkak naik.

Hal itu terlihat dalam pekan lalu harga TBS sawit Riau naik di semua kelompok umur dan tertinggi di kelompok umur 10 tahun sampai 20 tahun yakni naik sekitar Rp 141,54/Kg sehingga harganya menjadi Rp 1.65p,92/Kg.

Untuk pekan ini Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi menilai pekan ini diperkirakan harga TBS Sawit Riau akan kembali naik, karena hitungannya tergantung dari harga CPO.

"Tapi untuk penetapannya tunggu besok," ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi kepada Tribun, Senin (25/7).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Aspekpir Indonesia Riau Sutoyo menyampaikan, sejak diberlakukannnya PE 0 persen untuk CPO sudah langsung menaikkan harga CPO domestik.

"Untuk, Senin (18/7) lalu saja harga lelang sudah capai Rp 9.250/kg, sebelumnya hanya Rp 7.921/Kg dan naik 16,78 persen. Semoga pekan ini harga TBS pekebun naik lagi dan bisa diatas Rp 1800/Kg serta kembali ke normal," ujar Sutoyo.

Semoga dengan adanya kebijakan dari Kementerian Keuangan ini tambah Sutoyo bisa memperbaiki harga TBS sawit yang dalam beberapa bulan ini terus anjlok.

Sementara itu Plt Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Riau Lichwan Hartono mengatakan, Pajak Ekspor (PE) nol persen tentunya menggairahkan kembali pabrik kelapa sawit (PKS).

"Tapi saratnya ekspor harus berjalan lancar. Bila ekspor masih terhambat atau belum lancar tentunya tangki-tangki masih penuh maka kebijakan ini juga kurang efektif mengangkat harga TBS,” ujar Plt Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Riau Lichwan Hartono.

Apalagi tambah Lichwan, saat ini CPO masih menumpuk di pabrik, kapal tidak bisa serta merta langsung merapat, karena banyak pemilik kapal khawatir sudah merapat, tidak bisa muat CPO. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved