Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Miris PAD dari Sampah Cuma Terkumpul Rp 2 M, DPRD Pekanbaru: DLHK Pekanbaru Tak Tegas

Dari laporan yang diterima IV DPRD Pekanbaru selaku mitra kerja DLHK hingga Juli 2022 ini, PAD terkumpul dari retribusi pungutan sampah Rp 2 M.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Dari laporan yang diterima IV DPRD Pekanbaru selaku mitra kerja DLHK hingga Juli 2022 ini, PAD terkumpul dari retribusi pungutan sampah Rp 2 M. FOTO: Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST 

Kondisi ini terjadi lantaran, satu operator angkutan sampah kekurangan armada angkutan sampah. Pasalnya sejumlah armada angkutan sampah yang dikelola PT Godang Tua Jaya di zona I, mengalami kerusakan.

Kawasan Zona I meliputi kecamatan yakni Bina Widaya, Tuah Madani, Payung Sekaki dan Marpoyan Damai.

"Ada kerusakan mobil beberapa hari kemarin, 6 unit rusak," kata Kordinator PT. GTJ, Fitri Senin kemarin.

Selain di zona I, di Zona II yang dikelola PT Samhana Indah, juga terjadi tumpukan sampah. Mereka beralasan, tumpukan sampah ini terjadi, karena masih banyak masyarakat membuang sampah di luar jadwal.

Wilayah Zona II yakni Bukit Raya, Lima Puluh, Sail, Pekanbaru Kota, Tenayan, Kulim, Sukajadi dan Senapelan. Sedangkan untuk Zona III yakni wilayah Rumbai menjadi tanggung jawab DLHK Kota Pekanbaru.

Sekretaris DLHK Pekanbaru, Adi Lesmana mengaku bahwa pihaknya sudah menyempatkan petugas di beberapa TPS Liar. Ia juga sudah mengingatkan operator angkutan agar mencegah sampah menumpuk.

"Kita sudah arahkan, mereka mesti sediakan bak sampah mobile di beberapa titik," akunya. (Tribunpekanbaru.com/ Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved