Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Nasib Pasar Induk Makin tak Jelas, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Desak Putuskan Saja Kontrak PT ARB

Sejak dibangun lima tahun lalu oleh PT Agung Rafa Bonai (ARB), nasib pasar induk Pekanbaru tak menunjukkan progres yang bagus.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Sejak dibangun lima tahun lalu oleh PT Agung Rafa Bonai (ARB), nasib pasar induk Pekanbaru tak menunjukkan progres yang bagus. FOTO: Pembangunan Pasar Induk Pekanbaru hingga kini masih terbengkalai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Nasib Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, makin tak jelas. Sejak dibangun lima tahun lalu oleh PT Agung Rafa Bonai (ARB), tak menunjukkan progres yang bagus.

Tidak hanya bermasalah dengan warga setempat (RW 11 Sidomulyo Barat), tapi fisik bangunan dan kios tempat pedagang, tak juga rampung dibangun. Meski pembangunannya tak memakai uang APBD Pekanbaru, namun targetnya sudah meleset.

"Dari awal kita sudah berikan masukan. Tapi Pemko tak menggubris juga. Sekarang tambah runyam, tunggu apalagi, putuskan saja kontrak PT ARB. Kasihan masyarakat dan pedagang yang sudah lama menunggu," tegas Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan, Selasa (26/7/2022) kepada Tribunpekanbaru.com.

Nurul Ikhsan mengaku tak paham dengan maksud Pemko Pekanbaru, yang mempertahankan PT ARB, sebagai pihak ketiga Pasar Induk. Harusnya, Pemko sejak tahun lalu mengambil langkah tegas, meski pembangunan Pasar Induk tak menggunakan APBD.

Namun ada nilai sosial dan hal krusial lain tentang Pasar Induk ini. Mulai dari psikologi masyarakat, hingga nasib pedagang Terminal AKAP, yang rencananya akan menempati Pasar Induk tersebut.

"Kalau alasannya masalah waktu, sudah diberikan beberapa kali perpanjangan waktu (adendum). Tapi hasilnya nihil juga. Sekarang apa yang mau dipertahankan lagi, sudah jelas pengembangnya tak sanggup," sebutnya.

DPRD Pekanbaru melalui Komisi IV dan Komisi terkait lainnya, sudah membahas ini melalui hearing. Beberapa pihak terkait sudah dipanggil, mulai Disperindag, Perkim, BPKAD hingga pengembangnya.

Penekanan hearing tersebut, agar Pasar Induk ini segera diselesaikan pembangunannya, sehingga pedagang Terminal AKAP bisa dipindahkan. Untuk konsep Pemko Pekanbaru yang merencanakan pemindahan pedagang sebelum pasar tersebut belum selesai, tidak disetujui wakil rakyat.

"Arah kita sudah jelas, kita tidak ada kepentingan apapun di sini. Murni kepentingan bersama dan kenyamanan pedagang dan masyarakat setempat. Selebihnya, tidak ada," tegasnya lagi.

Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menegaskan, bahwan
addendum perjanjiannya sudah mempertimbangkan regulasinya. Artinya, pengembang sudah berkomitmen menyelesaikan pembangunannya.

Pasar Induk ini dikembangkan oleh PT ARB berdasarkan lelang dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) berjangka 30 tahun.

"Untuk investasi mereka, kita tidak ragukan. Sudah dibangun tapi belum selesai. Artinya ada kendala dalam proses pembangunan, ini yang mau kita perbaiki, kita sesuaikan bahwa masa pemanfaatan dia tidak akan bertentangan dan tidak melebihi perjanjian sesuai dengan Permendagri 19 tahun 2016," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved