Breaking News:

Berita Kampar

Penjarakan! Kadisdikpora Kampar Dukung Pengusutan Kejari Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Kadisdikpora Kampar M Yasir mendukung upaya Kejari Kampar yang mengusut dugaan korupsi dana BOS

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
ist
Ilustrasi. Kadisdikpora Kampar Dukung Pengusutan Kejari Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kejaksaan Negeri Kampar sedang mengusut dugaan korupsi dana BOS atau Bantuan Operasional Sekolah. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kampar, M Yasir mendukung.

Yasir bereaksi keras saat dimintai tanggapan ihwal penanganan tersebut. Ia mempersilakan penegak hukum menangkap dan memenjarakan oknum yang terbukti mencurangi dan korupsi dana BOS.

"Kalau memang ada yang terlibat korupsi dana BOS, silakan tangkap. Penjarakan!" tegasnya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (26/7/2022).

Ia menegaskan tidak akan melindungi bawahan atau pihak sekolah yang terlibat korupsi dana BOS.

Sebab ia sudah beberapa kali mengingatkan agar dana BOS dikelola dengan baik.

Yasir mengakui seorang bawahannya yang menjabat Kepala Bidang pernah mengadu. Ia pun sempat dibikin kesal. Ia menyampaikan agar proses hukum harus dijalani.

Menurut dia, pencairan dana BOS ke sekolah-sekolah di Kampar sudah dengan sistem pembayaran secara elektronik (e-payment). Sistem ini sudah diberlakukan sejak 2017.

Ia mengatakan, Kampar bahkan pernah menjadi kabupaten terbaik dalam pengelolaan dana BOS tahun 2017 sampai 2019.

Kejaksaan Tinggi Riau juga pernah mengecek pertanggungjawaban penggunaan dana BOS. Alhasil, Kampar mendapat pujian.

"Kalau saya, terus terang ini. Satu bombon pun, saya tidak pernah dapat. Kalaupun ada yang mau kasih, saya tolak. Itu sudah jadi sumpah saya. Saya siap disumpah atas apa saja," tegasnya.

Pengusutan dugaan korupsi dana BOS Afirmasi dan kinerja diketahui untuk tahun 2019 dengan nilai anggaran sekitar Rp 16 miliar.

Kejari Kampar dikabarkan telah meminta keterangan sejumlah pihak sekolah.

Sebelumnya, Kepala Kejari Kampar, Arif Budiman melalui Kepala Seksi Intelijen, Silfanus Rotua Simanullang mengatakan, pengadaan dari dana BOS tersebut untuk SD dan SMP.

Terdapat 216 sekolah penerima berupa Portable Computer (PC), Hardisk dan Tablet sebagai alat pendukung belajar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved