Breaking News:

Berita Pekanbaru

Heboh Pengungsi Afganistan Sebut Belasan Rekannya Bunuh Diri, Dibantah Kepala Kesbangpol Pekanbaru

Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian menampik narasi dari para pengungsi yang menyebut belasan rekannya bunuh diri di Pekanbaru

Penulis: Fernando | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Kepala Kesbangpol Pekanbaru Zulfahmi Adrian bantah narasi pengungsi Afganistan yang mengatakan belasan rekannya meninggal karena bunuh diri di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Para pengungsi asal Afghanistan di Kota Pekanbaru mengklaim ada belasan orang rekannya meninggal karena bunuh diri. Mereka membuat narasi bahwa para pengungsi bunuh diri lantaran terlalu lama berada di Kota Pekanbaru.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian menampik narasi dari para pengungsi. Ia menegaskan bahwa kemungkinan aksi bunuh diri belasan warga negara asing ini berlangsung di sejumlah daerah.

"Jadi saya tegaskan bukan di Pekanbaru saja, mungkin itu kemungkinan terjadi di sejumlah daerah," paparnya, Rabu (27/7/2022).

Dirinya mengaku tidak ingat persis kapan ada pengungsi di Kota Pekanbaru yang bunuh diri.

Ia menyebut bahwa kejadian bunuh diri terakhir yang diketahui berlangsung di Wisma Indah.

Aksi bunuh diri WNA itu bukan terkait tuntutannya untuk diberangkatkan ke negara ketiga.

Ia menyebut ada kemungkinan yang bersangkutan bunuh diri karena masalah pribadi.

Zulfahmi menegaskan bahwa cerita para pengungsi tidak bisa diterima sepenuhnya.

Apalagi para pengungsi kerap membuat narasi yang memojokkan pemerintah.

Adanya narasi itu menyebabkan munculnya kericuhan di tengah masyarakat.

Padahal pemerintah sudah memberikan layanan yang terbaik kepada para pengungsi.

Dirinya menyampaikan bahwa para pengungsi mendpaat kehidupan yang layak selama berada di Kota Pekanbaru.

Ia menilai para pengungsi pun bebas beraktivitas di luar dengan mengikuti regulasi di Kota Pekanbaru.

"Mereka tidak pernah mengalami gangguan maupun persekusi dari siapa pun, sedangkan di negaranya sendiri mungkin rasa aman tidak ada lagi

Zulfahmi menegaskan bahwa tuntutan para pengungsi untuk segera ditempatkan ke negara di luar kewenangan dari pemerintah di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyampaikan tuntutan para pengungsi kepada pihak berwenang.

"Tapi mereka tidak paham, bahkan mereka nekat unjuk rasa berulang kali. Sedangkan aksi yang dilakukan sudah melanggar perundang- undangan," jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sikumbang )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved