Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Meresahkan dan Ancam Nyawa, DPRD Pekanbaru Minta Kepolisian Lidik Jalan Rusak Akibat Galian IPAL

Jalan rusak di Kota Pekanbaru akibat galian IPAL, kini tambah meresahkan warga. Ini kata DPRD Pekanbaru

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat bekas galian Instalasi Persiapan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jalan rusak di Kota Pekanbaru akibat galian IPAL yang tambah meresahkan warga kembali direspon DPRD Pekanbaru.

Bahkan di beberapa titik jalan rusak ini, sudah banyak kecelakaan hingga mengancam nyawa pengendara.

Kondisi ini juga sudah beberapa kali direspon kalangan DPRD Pekanbaru. Selaku wakil rakyat, sudah meminta kepada kontraktor pelaksana dan Dinas PUPR Pekanbaru, agar segera memperbaiki jalan rusak tersebut.

Karena hingga kini belum ada perbaikan maksimal, legislator meminta Kepolisian, agar turun tangan menyelidiki persoalan ini.

"Kalau ada pengerjaan yang diduga salah prosedur, termasuk kelalaian kontraktor dan Dinas PUPR, kita minta Kepolisian menyelidikinya. Baik itu kontraktor maupun Dinas. Karena ini sudah meresahkan," tegas anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Robin Eduar SE MH, kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (27/7/2022).

Titik paling parah jalan rusak akibat galian IPAL ini, di antaranya Jalan Karet, Jalan Juanda, Jalan Cempaka, Jalan Dahlia, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Samratulangi, dan titik lainnya.

Termasuk juga pengerjaan galian IPAL saat ini, di Jalan Sudirman terlalu lama. Selain jalan menjadi sempit, juga rawan kecelakaan.

"Sekarang kan terkesan ada unsur kesengajaan jalan tak diperbaiki. Apalagi pekerjaannya sudah selesai. Padahal, masyarakat menginginkan jalan ini mulus seperti semula. Makanya karena tak digubris, kita meminta Kepolisian mengusut ini," tambah Politisi PDI-P ini lagi.

Politisi jebolan Lemhanas ini menilai kondisi sekarang, karena tidak ada iktikad baik dari kontraktor dan dinas. Padahal, akibat jalan rusak karena galian IPAL tersebut, selain menimbulkan kemacetan, juga mengakibatkan kerugian masyarakat.

Bahkan lebih ironisnya lagi, karena galian IPAL ini juga, membuat drainase tersumbat karena banyak sendimen dan air dari air bekas galian. Tentunya ini, menambah potensi terjadinya banjir di bekas galian.

"Kita juga minta kepada Pak Pj Wali Kota Muflihun, agar masalah ini menjadi perhatian khusus. Apa yang harus ditunggu jalan rusak ini lagi. Terutama bekas galian IPAL. Karena tidak harus menunggu uang APBD. Sebab perbaikan jalan rusak akibat IPAL ini, ada uang jaminannya dari perusahaan kontraktor," tegasnya lagi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved