Breaking News:

Berita Pelalawan

Tahan 4 Tersangka Kasus Tipikor Penimbunan Areal MTQ Provinsi, Kejari Pelalawan Lalu Lakukan Ini

Kejari Pelalawan, Riau telah menetapkan 4 orang tersangka kasus dugaan Tipikor proyek penimbunan areal MTQ tingkat provinsi di Pelalawan tahun 2020.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Hingga saat ini Kejari Pelalawan, Riau telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus dugaan Tipikor penimbunan areal MTQ provinsi di Pelalawan tahun 2020. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hingga saat ini Kejari Pelalawan, Riau telah menetapkan 4 orang tersangka kasus dugaan Tipikor proyek penimbunan areal MTQ tingkat provinsi di Pelalawan tahun 2020.

Bahkan seluruh tersangka telah ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kota Pekanbaru dua pekan lalu.

Adapun tersangka yang ditetapkan yakni TRM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan JN sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada proyek senilai Rp 3,7 Miliar itu.

Keduanya mantan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan.

Keduanya ditahan sesaat setelah ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) itu.

Sepekan sesudah itu, penyidik Kejari Pelalawan menetapkan dua tersangka lagi. Yakni HNW selaku direktur PT Superita Indoperkasa yang merupakan kontraktor pelaksana proyek di Dinas PUPR tersebut. Terakhir SPB yang merupakan Supervisi Engineering dari konsultan CV Althis Konsultan. Mereka juga langsung ditahan setelah berstatus tersangka.

"Sekarang proses penyidikan masih berjalan setelah penyidik menahan 4 tersangka. Jaksa penyidik terus mendalami kasus ini," tutur Kepala Kejari PelalawanSilpiaRosalina SH MH melalui Kasi Intelijen FA Huzni SH kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (27/7/2022).

Huzni menerangkan, penyidik masih melengkapi keterangan dan menggali informasi dari para saksi.

Bahkan tidak menutup kemungkinan keempat tersangka diminta keterangan tambahan dan diperiksa jika dibutuhkan.

Tentu penyidik harus ke Rutan dalam rangka pemeriksaan sesuai kebutuhan berkas perkara.

Dikatakannya, penyidik juga fokus melengkapi berkas perkara dalam kasus Tipikor yang menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 1,8 M ini. Korps Adhyaksa melengkapi syarat formil dan materil perkara untuk bisa dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan membawa kasus ini ke persidangan.

"Sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan belum ada kendala. Kita upayakan prosesnya segera tuntas," papar Huzni.

Selama penyidikan, korps Adhyaksa telah memeriksa 26 saksi-saksi, meminta keterangan dari 3 orang ahli, dan melakukan penyitaan atas 80 dokumen.

Baik saksi, ahli, maupun berkas itu berkaitan dengan proyek penimbunan senilai Rp 3,72 Miliar tersebut.

Berdasarkan perhitungan ahli, kerugian negara yang timbul atas kasus ini mencapai Rp 1.831.016.262,66 dari nilai kontrak proyek sebesar Rp Rp 3.722.899.100,60. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved