Breaking News:

Berita Siak

Bupati Siak Temui Menteri ESDM, Ajak ke Riau Saat Peresmian Alih Operator Blok CPP ke PT BSP

Bupati Siak Alfedri mengundang langsung Menteri ESDM untuk hadiri peresmian alih operator CPP blok ke PT BSP Agustus mendatang.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Siak Alfedri menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk hadir pada peresmian alihoperator Coastal Plain Pekanbaru (CPP) blok ke PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang akan berlangsung 8 Agustus 2022 mendatang, Selasa (26/7/2022) di kantor menteri ESDM. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri mengundang langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif untuk hadir pada peresmian alih operator Coastal Plain Pekanbaru (CPP) blok ke PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang akan berlangsung 8 Agustus 2022 mendatang. 

“Kami datang langsung menjumpai Pak Menteri kemarin, alhamdulillah beliau bersedia secara langsung datang ke Pekanbaru saat peresmian alih operator blok CPP ke PT BSP nanti, doakan semoga sukses ya,” kata Bupati Siak Alfedri, Rabu (27/7/2022). 

Alfedri datang ke kantor Arifin Tasrif mengenakan baju batik khas Siak berpadu celana bahan gelap dan memakai peci.

Kehadirannya ke kantor menteri ESDM sekaligus silaturrahmi dan mengenalkan potensi Siak dari sektor lainnya selain Migas. 

Alfedri merasa yakin dan percaya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT BSP mampu mengelola blok CPP dan memberikan revenue yang besar.

Sebab PT BSP akan mengelola sepenuhnya eksloitasi pengeboran minyak dan gas bumi 100 persen  dari ESDM terhadap wilayah kerja Blok CPP.

"Semoga semuanya berjalan sesuai harapan kita bersama, ini semua demi masyarakat Kabupaten Siak, dengan alih operator tentu PT BSP bisa menyerap tenaga kerja lokal atau putra derah sesuai dengan keahlianya, banyak putra dan putri di daerah kita ini mengambil mata pendidikan perminyakan baik mandiri maupun beasiswa,” kata dia.

Pemkab Siak akan terbantu untuk pemulihan ekonominya karena bisa mengelola hasil buminya sendiri. 

Efeknya juga sangat banyak di antaranya terbukanya peluang yang besar dan seluas-luasnya untuk putra daerah, baik karyawan maupun vendornya.

"Tentu akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat dan kesejahteraan pun terangkat di kabupaten Siak,” kata dia.

Pada pertemuan itu juga hadir Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Dirjen Tutuka Ariadji, Direktur PT. BSP Iskandar dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Siak sekaligus komisaris PT BSP Hendrisan.

Pjs General Manager (GM) Badan Operasional Bersama PT BSP -Pertamina Hulu Energi, Airlangga P Akbar mengatakan, blok CPP telah memproduksi minyak mentah sebanyak 125 juta barrel sejak diterima dari PT CPI tahun 2002. Jumlah itu telah menghasilan revenue bagi negara.

“Blok CPP ini sudah termasuk tua, karena telah berumur 50 tahun,” kata dia. 

Pada saat beralih dari PT CPI, produksi minyaknya  35 ribu barrel per hari. Produksi itu terus menurun sehingga hanya 8.455 barel per hari pada 2021.

Selama jangka waktu 20 tahun tersebut BOB juga berhasil mengeksplorasi 4 sumur baru. 

“Saat ini produksi kita nomor 13 tertinggi di Indonesia, karena itu perlu berupaya dan bekerja keras. BOB sendiri berhasil menahan laju penurunannya sehingga kurva tidak menukik tajam,” kata dia. 

Ia juga memastikan selama 20 tahun menjadi operator di blok CPP tidak pernah terjadi korban jiwa akibat kecelakaan kerja.

Selain itu juga telah mengalirkan dana tanggungjawab perusahaan hingga Rp70 miliar. 

“Dana itu misalnya untuk pembangunan sekolah dan masjid,” kata dia. 

Sebelumnya, Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumatera Bagian Utara, Yanil Kholison mengapresiasi peralihan operator WK Blok CPP  kepada PT BSP, BUMD Siak. 

“Tahun lalu dari PT CPI ke Badan Usaha Milik Negara Pertamina dan saat ini ke BUMD. Tahun lalu blok Rokan dan tahun ini spesial, BOB yang bersangkutan dengan BUMN akan melepaskan 20 tahun ke BUMD Siak. PT BSP sebulan lagi alih kelola 9 Agustus mendatang. Tantangan situasi lifting yang terus menurun harus terus mengupayakan untuk visi satu juta barrel secara nasional tahun 2030," ungkapnya. 

Sekretaris Perusahaan PT BSP, Ricky Hariansyah mengatakan saat ini saham terbesar dimiliki Pemerintah Kabupaten Siak sebanyak 72 persen.

PT BSP telah menandatangani kontrak pengelolaan Blok CPP 100 persen setelah meyakinkan negara. 

"Kekuatan BSP dalam kontrak yakni berikan bonus $10 juta dan komitmen fee $130 juta. Ini yang membuat negara yakin dan target produksi kita pada  2030 mendatang sebesar 40an ribu, guna untuk  mendukung pemerintah capai 1 juta barrel tahun 2030," kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved