Breaking News:

DPRD PEKANBARU

Kembali Bikin Resah, Dewan Minta Dishub Bertanggung Jawab Soal Kenaikan Tarif Parkir, Batalkan!

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH menegaskan, bahwa Dishub harus bertanggung jawab, karena sudah membuat resah masyarakat.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Oknum juru parkir nekat memasang pengumuman kenaikan tarif parkir secara sepihak. Poster pengumuman itu terpasang di satu areal parkir di Jalan Hang Tuah, Kota Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Munculnya spanduk tarif parkir baru di Jalan Hangtuah Pekanbaru kemarin, harus menjadi tanggung jawab Dishub Pekanbaru, untuk bisa segera diselesaikan.

Sebab, hal ini berhubungan dengan wacana yang dimunculkan Dishub selaku OPD terkait, yang akan menaikkan tarif parkir roda dua menjadi Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000.

Rencana ini langsung dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab. Hal ini juga sudah diperkirakan sebelumnya.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH menegaskan, bahwa Dishub harus bertanggung jawab, karena sudah membuat resah masyarakat.

Baca juga: Pimpinan DPRD Pekanbaru Minta Batalkan Rencana Kenaikan Tarif Parkir, T Azwendi: Revisi Perda Dulu

Baca juga: Soal Rencana Tarif Parkir Tepi Jalan Bakal Naik Per September 2022, Ini Tanggapan Pj Wako Pekanbaru 

"Ini harus menjadi pelajaran berharga. Jangan sok-sok membuat wacana, tapi tak bertanggung jawab. Kita minta selesaikan itu, kita tak setuju dinaikkan," tegas Ruslan Tarigan kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (29/7/2022).

Ya, penolakan rencana kenaikan tarif parkir tepi jalan umum di Kota Pekanbaru, terus mendapat penolakan.

Terutama di kalangan legislator DPRD Pekanbaru, selaku pembuat aturan.

Setelah Pimpinan DPRD Pekanbaru, kini giliran beberapa fraksi di DPRD Pekanbaru, yang menyatakan tidak setuju.

"Kenaikan tarif parkir ini tidak boleh dilakukan secara sepihak. Kan kita ada Perda-nya. Itu buktinya berdampak langsung," sebutnya.

Dijelaskan politisi senior ini, untuk menaikkan tarif parkir ini, perlu mendapat persetujuan dari DPRD Pekanbaru.

Alasannya, selain berhubungan langsung dengan masyarakat, juga ini berkaitan dengan PAD.

"Perlu kajian yang mendalam. Kalau alasannya untuk menaikkan PAD, tidak seperti ini caranya. Harus ada analisa, kajian akademis dan dampak sosial. Ini yang harus dipikirkan," terangnya.

Baca juga: FOTO: Pemko Pekanbaru Uji Coba Tarif Parkir Baru Mulai Agustus 2022

Baca juga: Oknum Jukir di Pekanbaru Nekat Naikkan Tarif Parkir Sepihak, Ini Tanggapan Dishub Pekanbaru

Menurut Ruslan Tarigan, kenaikan ini tidak lah semata-mata untuk PAD. Tapi lebih kepada kepentingan suatu kelompok, di mana saat ini pengelolaan parkir tepi jalan ditangani pihak ketiga, PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM).

"Semuanya harus kita pikirkan. Kan kontrak dengan PT YSM sudah pasti, 10 tahun dengan PAD Rp 409 miliar. Sekarang apa lagi yang dibuat. Jadi, apapun alasannya saat ini, batalkan rencana kenaikan tersebut," sebutnya tegas.

(Tribunpekanbaru.com /Syafruddin Mirohi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved