Breaking News:

Presidensi G20 Indonesia, Peluang Emas UMKM Naik Kelas

Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum tepat bagi UMKM naik kelas. Produk karya anak bangsa bisa dikenal di level internasional.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
istimewa
Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum tepat bagi UMKM naik kelas. Produk karya anak bangsa bisa dikenal di level internasional. FOTO: Pertemuan Sherpa ke-2 Presidensi G20 Indonesia, yang dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/7/2022). 

Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum tepat bagi UMKM naik kelas. Produk karya anak bangsa bisa dikenal di level internasional hingga berpotensi memberikan efek positif bagi pendapatan. Namun untuk sampai ke tahap itu, UMKM Indonesia harus ikut perkembangan zaman agar bisa bersaing secara global. Mulai dari mendukung praktik ramah lingkungan, pemanfaatan digital, hingga memberdayakan pemuda, kaum perempuan dan kalangan difabel. Peran pemerintah juga sangat penting dalam meningkatkan potensi UMKM ini dengan berbagai kebijakan yang mendukung.

FOTO-FOTO Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese yang bersepeda bersama pada 6 Juni 2022 lalu menghiasi berbagai media. Selain soal diplomasi, ada yang menarik perhatian saat penyambutan PM Albanese tersebut di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Sepeda yang dipakai keduanya menjadi pembicaraan.

Ya, rangka sepeda tersebut terbuat dari bambu. Bahkan kemudian Presiden Jokowi menghadiahkan sepeda itu pada PM Albanese untuk dibawa pulang ke Australia.

Sepeda bambu Spedagi yang digunakan Jokowi gowes bersama PM Albanese adalah buatan usaha lokal. Material sepeda itu ramah lingkungan karena bambu merupakan sumber daya alam terbarukan. Selain itu proses produksinya tidak meninggalkan jejak karbon yang dapat membahayakan lingkungan. 

Hadiah sepeda bambu dari Jokowi bukan sekedar diplomasi kenegaraan saja, tapi juga memperkenalkan karya dan inovasi anak bangsa ke mancanegara. Melalui diplomasi kenegaraan, produk-produk bermutu buatan usaha lokal atau UMKM Indonesia mendapat peluang emas untuk diperkenalkan ke tingkat global.

Kesempatan seperti ini akan bisa kembali dilakukan bangsa Indonesia. Bahkan skalanya lebih luas lagi di Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang. KTT akan dihadiri 19 negara dan satu kawasan Uni Eropa.

Banyak usaha lokal, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yang menghasilkan produk-produk inovatif, berkualitas serta ramah lingkungan. Ada fashion, gelas rumput laut, sedotan dari bambu, kerajinan tangan berbahan kayu, benda-benda dari limbah, dan lainnya. Selain itu proses pembuatannya juga memperhatikan kelestarian lingkungan.

Bukan cuma memanfaatkan bahan alami, UMKM yang menerapkan ekonomi hijau akan mengurangi aktivitas yang menghasilkan karbon, limbah serta zat-zat pencemar lingkungan. Mulai dari proses pembuatan, pengemasan hingga pemasaran produk dilakukan dengan memperhatikan dampak lingkungan. Dalam hal ini juga menerapkan prinsip Reduce, Reuse and Recycle, atau mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, melakukan daur ulang dan penggunaan ulang.

Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Isu lingkungan telah menjadi perhatian global. Saat ini di berbagai belahan dunia, produk ramah lingkungan (eco-friendly) dan berkelanjutan (sustainable) jadi pilihan. Produk UMKM yang ramah lingkungan serta berkelanjutan punya kesempatan lebih besar untuk bersaing secara global.

Laporan Nielsen, Sustainable Shoppers: Buy the Change They Wish to See in the World mengungkap lebih dari 73 persen konsumen mengatakan siap beralih ke produk-produk ramah lingkungan dan 41 persen mengatakan lebih memilih produk-produk berbahan alami dan organik. Dalam laporan tersebut juga disebutkan kesadaran konsumen terhadap tanggung jawab lingkungan ini terutama di kalangan anak muda, Milenial 85 persen dan Gen Z 80 persen.

Di dalam negeri, banyak pelaku UMKM menunjukkan minat untuk mendukung penerapan ekonomi hijau.

“Berdasarkan riset Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan UNDP di tahun 2021, dari 3.000 lebih pelaku UMKM, 95 persen menunjukkan minat dan dukungan terhadap praktik usaha ramah lingkungan," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki, dikutip Wartakota.

Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (12/5/2022) saat hadir dalam acara Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved