Breaking News:

Presidensi G20 Indonesia, Peluang Emas UMKM Naik Kelas

Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum tepat bagi UMKM naik kelas. Produk karya anak bangsa bisa dikenal di level internasional.

Penulis: Ariestia | Editor: Ariestia
istimewa
Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum tepat bagi UMKM naik kelas. Produk karya anak bangsa bisa dikenal di level internasional. FOTO: Pertemuan Sherpa ke-2 Presidensi G20 Indonesia, yang dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/7/2022). 

Ada yang spesial pada KTT G20 tahun ini, yaitu presidensi Indonesia. Ini merupakan momentum yang harus bisa dimanfaatkan Indonesia, mengingat presidensi ini hanya terjadi satu kali setiap generasi. Sesuai, jumlah anggota, artinya kesempatan satu kali dalam 20 tahun.

Tema Presidensi G20 Indonesia 2022 adalah "Recover Together, Recover Stronger." Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Momentum presidensi memberikan kesempatan bagi Indonesia menunjukkan kepemimpinan di kancah internasional, terutama saat pemulihan ekonomi. Sebagai satu di antara negara perekonomian terbesar di dunia, Indonesia selayaknya mampu jadi contoh dalam kebangkitan masa pemulihan.

Tak hanya itu, presidensi G20 memberi kesempatan bagi Indonesia untuk berperan dalam pembahasan dan perumusan kebijakan dunia yang membawa manfaat bagi iklim usaha dalam negeri.

Agenda forum G20 dibagi menjadi dua jalur pembahasan. Pertama, jalur keuangan diinisiasi oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia yang fokus pada isu-isu keuangan. Kedua, jalur Sherpa akan fokus membahas isu-isu ekonomi non-keuangan.

KTT G20 menjadi  momen tepat bagi Indonesia mendorong peluang UMKM naik kelas. Harapan ini telah diutarakan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat kunjungannya ke Art Center Bali, Denpasar, dalam kaitan KTT G20 di Bali.

“Dan yang kita harapkan dari G20 ini, bisa mengangkat ekonomi lokal dan ekonomi UMKM," sebut Teten Masduki  dikutip dari press release Kementerian Koperasi dan UKM.

UMKM pantas mendapat perhatian, karena menjadi penyangga perekonomian bangsa, meski berkali-kali terdampak krisis global dan nasional. Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia 5 Mei 2021, disebutkan UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan jumlah UMKM mencapai 64,2 juta. Kontribusinya terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai 8.573,89 triliun rupiah.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.

Bukan cuma di Indonesia, Small and Medium-Sized Enterprises (SMES) atau UMKM juga memiliki peranan penting secara global.

Sekretaris-Jenderal Konferensi Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2013-2021, Dr Mukhisa Kituyi mengatakan UMKM mewakili sekitar 90 persen bisnis dunia dan lebih dari 50 persen lapangan kerja di seluruh dunia.

UMKM formal berkontribusi sebesar 40 persen dari PDB di negara berkembang, dan jumlahnya jauh lebih tinggi jika sektor informal dimasukkan.

Perhatian Pemerintah dan Kreativitas Anak Muda

Perhatian dan peran pemerintah sangat diperlukan untuk mendukung UMKM naik kelas atau meningkat perekonomiannya. UMKM membutuhkan pendanaan dalam pengembangan, dan pemerintah dapat membantu pembiayaan. Dalam hal ini, pemerintah bekerja sama dengan pihak perbankan. Namun yang tak kalah penting adalah kemudahan dalam pengurusan izin.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved