Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Selalu Dihantui Banjir, Anggota DPRD Pekanbaru Ungkap Keinginan Warga Kulim dan Tenayan Raya

Masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Tenayan Raya dan Kulim, selalu dihantui banjir, jika hujan mengguyur lebih dari setengah jam.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan, saat reses di Jalan Barou-barou RT 04 RW 06, Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Pekanbaru, Minggu petang (31/7/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Tenayan Raya dan Kulim, selalu dihantui banjir, jika hujan mengguyur lebih dari setengah jam.

Banjir ini terjadi, karena minimnya bahkan tidak adanya parit atau drainase di lingkungan mereka. Keluhan ini disampaikan masyarakat, saat reses Anggota DPRD Pekanbaru H Ervan, di wilayah tersebut.

Terakhir, pada reses di Jalan Barou-barou RT 04 RW 06, Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Minggu petang (31/7/2022), keluhan masyarakat pada umumnya masalah banjir yang menjadi langganan di daerah mereka.

"Selama saya reses di delapan titik di Kulim dan Tenayan Raya, dominan keluhan masyarakat mengenai banjir. Mereka meminta kepada pemerintah, agar dibangun drainase atau parit," kata H Ervan kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (1/8/2022).

Diakui Politisi Partai Gerindra ini, di Kecamatan Kulim dan Tenayan Raya, memang minim pembangunan drainase dari pemerintah. Meski pun ada drainase yang ada saat ini, itu merupakan parit alam, yang dipastikan tidak bisa menampung debet air hujan yang tinggi.

Pengaruh lain diperparah karena pesatnya pembangunan, sehingga membuat daerah resapan air selama ini berkurang.

"Kami harapkan, Pemko mulai sekarang, sudah berpikir membuat parit permanen di Dapil III (Tenayan Raya dan Kulim). Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, bisa bertambah parah banjirnya. Selain itu, awasi pembangunan sesuai aturan yang ada. Jangan hanya lips servis saja," tegasnya.

Selain masalah banjir, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru ini juga menerima aspirasi, terkait PPDB SMPN. Bahwa ada anak yang tidak diterima masuk SMPN, karena umurnya sudah 15 tahun.

"Semua aspirasi ini akan kami sampaikan ke Pemko. Khusus anak yang tak bisa masuk SMPN, saya akan tanyakan langsung ke Disdik. Mudah-mudahan ada solusi terbaik," sebut H Ervan berharap. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved