Breaking News:

Berita Dumai

Emak Emak di Dumai Kesal Gas LPG 3 Kg Sulit Didapat, Pemko Dumai Akan Bentuk Satgas Khusus

Gas LPG 3 Kg mulai langka dan sulit mendapatkan, hingga membuat emak-emak di Dumai jadi meradang.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Gas LPG 3 Kg mulai langka dan sulit mendapatkan, hingga membuat emak-emak di Dumai jadi meradang. FOTO ILUSTRASI. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Gas LPG 3 Kg mulai langka dan sulit mendapatkan, hingga membuat emak-emak di Dumai jadi meradang.

Seperti yang dirasakan oleh Yusni seorang Ibu rumah ‎tangga (IRT) di kota Dumai, mengaku kesal.

Pasalnya sudah keliling mencari gas LPG 3 Kg, namun semua pangkalan menyatakan habis.

"Sudah keliling saya cari Bang, kosong semua, gak tahu lagi mau cari kemana. Pangkalan dekat rumah kosong, eceran juga pada kosong. Sekali ada udah pada antre Bang," katanya, Selasa (2/8/2022).

Dirinya berharap kelangkaan gas LPG terutama 3 Kg bisa segera diatasi, karena ini menjadi kebutuhan pokok bagi IRT, ditengah bahan pokok yang masih mahal seperti cabe merah masih diharga Rp100 ribu per kg nya.

Menanggapi kelangkaan dan terjadinya antrian untuk gas LPG 3 Kg di masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Indra Gunawan mengaku, telah menggelar Rapat Koordinasi terkait pendistribusian Gas LPG 3 Kg, pada Senin (1/8/2022) di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim. 

Pertemuan yang menghadirkan para perwakilan pangkalan gas LPG dan agen-agen LPG tersebut merupakan upaya dalam mengatasi permasalahan pendistribusian yang mengakibatkan terjadinya kelangkaan dan antrean di masyarakat untuk gas LPG 3 Kg bersubsidi di Kota Dumai. 

Indra Gunawan, menerangkan ada beberapa langkah dan solusi untuk mengantisipasi masalah pendistribusian gas LPG 3 Kg di masyarakat tersebut termasuk melaksanakan operasi pasar.

"Ini terjadi karena tidak adanya tepat sasaran di masyarakat, kita nanti akan bentuk Satgas untuk operasi pasar, kita tau adanya oknum-oknum yang menyebabkan ini dan akan kita beri sanksi. Kita nanti akan pasang pengumuman di pangkalan bahwa gas ini hanya untuk masyarakat menengah kebawah dan kita akan buat juga nanti kartu kendali untuk rumah tangga yang kurang mampu," ungkapnya.

Sebelumnya, perwakilan pangkalan gas LPG 3 Kg Safri menjelaskan ada beberapa penyebab untuk kelangkaan gas LPG tersebut sehingga terjadi antrean yang ramai di masyarakat.

Dirinya menjelaskan, untuk kelangkaan ini terjadi karena pemakaian yang berlebihan, tidak adanya penambahan kuota dalam hal tabung gas tersebut, dan juga karena tidak adanya keseimbangan antara ramainya masyarakat dengan pengguna gas LPG yang ada.

"Saya sebagai pemilik pangkalan terkadang juga di desak oleh masyarakat untuk selalu menyediakan sedangkan memang penambahan sendiri memang tidak ada," imbuhnya.

Sementara, Perwakilan dari Pertamina Sales Manager Riau, Yodha menyebutkan telah menjalankan regulasi yang telah ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina.

"Memang adanya lonjakan konsumsi, dan juga ini terjadi karena harga bbm untuk non subsidi sudah melonjak, estimasi untuk penyaluran sudah over dan pertamina yang akan menanggung selisih harga, kami juga butuh pendampingan untuk mengawal dan mengadakan sidak dan kami juga berharap Dinas terkait untuk membentuk Satgas khusus terhadap restoran dan cafe yang telah menggunakan LPG secara berlebihan," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved