Breaking News:

Berita Pelalawan

Solar Subsidi di Pelalawan Kembali Langka, Sopir Antre Berjam-jam dan Kendaraan Mengular di SPBU

Diduga akibat kelangkaan BBM jenis solar antrian panjang kendaraan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pelalawan.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Antrian panjang kendaraan di SPBU Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Selasa (2/8/2022). Diduga akibat kelangkaan solar subsidi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Solar subsidi tampaknya kembali langka di wilayah Kabupaten Pelalawan dalam sepekan terakhir, menyebabkan antrian panjang kendaraan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).

Pantauan Tribunpekanbaru.com di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Selasa (2/8/2022), kendaraan yang mengkonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar tampak banyak mengantri melebihi biasanya.

Di SPBU di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci terlihat mobil besar mengular.

Mulai dari truk besar, coltdiesel, hingga belasan bus pengangkut karyawan perusahaan menunggu giliran mengisi BBM.

Bahkan sebagian mobil bongsor itu berjejer di badan jalan hingga menganggu lalu lintas kendaraan di Jalintim.

"Setiap mau isi solar pasti antri berjam-jam. Ki udah mulai subuh disini. Tapi stok BBM belum juga datang," kata seorang sopir bus kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (2/8/2022).

Demikian juga di SPBU Jalintim Kilometer 55, belasan truk besar tampak mengantri di sekitar SPBU.

Lantaran stok BBM jenis Biosolar belum ada, sopir memilih memarkirkan truknya di areal parkir agar tidak menggangu kendaran lain yang hendak mengisi minyak.

Para sopir tampak tertidur di dalam kabin mobil, sedangkan sebagian memilih bercengkrama.

"Kami disini mulai malam tadi. Terpaksa menginap di mobil. Karena BBM di tangki mobil sudah hampir habis. Takut berhenti di tengah jalan nanti," ungkap sopir truk mengaku bernama Sudiono.

Petugas SPBU mengaku tidak mengetahui kapan BBM solar subsidi masuk kembali.

Pihaknya hanya sebagai pekerja saja, sedangkan terkait memasok BBM merupakan urusan manajemen.

"Memang masuknya tak menentu akhir-akhir ini," bebernya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM Pelalawan, Arifin S.Sos saat dikonfirmasi membenarkan fenomena antrian panjang kendaraan di SPBU beberapa hari terakhir ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved