Breaking News:

Berita Riau

Warning! Bahaya Kosmetik Ilegal Masih Beredar, Disita BBPOM Pekanbaru Senilai Rp 67 Juta

BBPOM Pekanbaru sita kosmetik ilegal senilai Rp 67 juta selama dua pekan melakukan penertiban

Penulis: Rino Syahril | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril
Pers release BPPOM Pekanbaru terkait kosmetik ilegal yang berhasil disita selama 2 pekan penerrtiban senilai Rp 67 juta, Selasa (2/8/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Kosmetik ilegal yang berbahaya bagi kesehatan masih beredar di Pekanbaru, Riau. Terbukti BBPOM sita kosmetik ilegal senilai Rp 67 juta selama dua pekan melakukan penertiban.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru berhasil menemukan dan menyita 5 ribu lebih kosmetik ilegal dan berbahaya.

Kepala Balai BPOM Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan Prakasa S SSi Apt mengatakan, penertiban dilakukan pada 19 hingga 28 Juli 2022.

"Total yang berhasil kita tertibkan atau kita sita sebanyak 193 item, 5270 pcs dengan nilai ekonomi sebesar Rp 67 juta,” ujar Yosef Dwi Irwan kepada awak media di Ruang Ramah Anak Gedung A, Kantor BBPOM Pekanbaru, Selasa (2/8/2022).

Yosef yang didampingi Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Elvira Yolanda SFarm Apt MSc menjelaskan, kosmetik itu Tanpa Izin Edar (TIE).

Kosmetik yang disita juga mengandung bahan berbahaya, yang masuk dalam public warning dan kosmetik kedaluwarsa serta rusak.

“Penertiban kita lakukan di Kota Pekanbaru, Kampar dam Rokan Hulu bersama Dinas Kesehatan, Disperindag dan Satpol PP. Ada sebanyak 42 sarana yang dirazia dengan rincian 18 sarana memenuhi ketentuan dan 24 sarana tidak memenuhi ketentuan (TMK)," ucap Yosef.

Yosef juga menyampaikan, meskipun nilai ekonomi temuan tidak besar, tentunya perlu menjadi kewaspadaan bersama bahwa produk kosmetik ilegal masih diminati oleh masyarkat baik di jalur konvesional dan online.

“Razia kali ini kita hanya melakukan penertiban dan barang buktinya kita musnahkan," ujarnya.

"Kemudian pemilik barang membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran yang sama dan diberikan sanksi administratif berupa peringatan keras,” imbuh Yosef.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved