3 Pantun Melayu Pembuka Pidato, Suasana Jadi Tidak Kaku
Penggunaan pantun melayu dalam acara bertujuan untuk menghidupkan suasana agar tidak kaku.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Penggunaan pantun melayu dalam acara bertujuan untuk menghidupkan suasana agar tidak kaku.
Pantun yang lucu tak jarang bisa mengundang gelak tawa dari para tamu undangan yang datang.
sehingga suasana tidak kaku.
Dalam berbagai acara, tentu akan sangat menarik ketika diawali dengan pantun melayu sebagai salam pembuka.
Pantun yang diusung tentu berbeda di tiap acara.
Pantun pembuka acara biasanya digunakan pada acara umum, resmi, maupun bebas.
Berikut pantun melayu pembuka pidato dikutip dari Senipedia.id
Pergi ke pasar membeli beras,
Sampai ke rumah menanak nasi,
Salam pembuka tak terbalas,
Kuulangi sekali lagi.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Jalan-jalan ke Taman Mini,
Pulangnya membeli Soto,
Saya berada di mimbar ini,
Untuk membawakan sebuah pidato.
Anak gembala menggiring sapi,
Sapi lelah mukanya pucat,
Pada kesempatan berbahagia ini,
Izinkan saya memberi amanat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kumpulan-pantun-melayu-terpopuler-paling-banyak-dipakai.jpg)