Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Guru dan Murid Makin Bingung, DPRD Pekanbaru Minta Penerapan Kurikulum Merdeka Tak Dipaksakan

Sejumlah guru dan murid di Kota Pekanbaru, terutama di tingkat SD mengaku bingung, dengan adanya Kurikulum Merdeka

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
ISTIMEWA
Anggota DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah guru dan murid di Kota Pekanbaru, terutama di tingkat SD mengaku bingung, dengan adanya Kurikulum Merdeka, yang sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah.

Tidak hanya membuat sulit dan pikiran para murid ngambang, Kurikulum Merdeka yang diinisiasi Kemendikbud Ristek tersebut, ternyata hanya ajang uji coba hingga tahun 2024.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Pembelajaran akan lebih maksimal, agar peserta didik memiliki cukup waktu, untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya.

Melalui kurikulum ini, guru dapat memilih perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat masing-masing peserta didik. Kurikulum Merdeka digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, Pendidikan Khusus dan Kesetaraan.

Namun ada perbedaan dari Kurikulum Merdeka Belajar dengan kurikulum sebelumnya.

Karena sudah dikeluhkan banyak murid, Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi, merespon hal ini. Katanya, beberapa wali murid juga banyak melaporkan ikhwal Kurikulum Merdeka, kepada dirinya.

Termasuk juga beberapa guru, yang tidak memahami betul petunjuk teknis Kurikulum Merdeka tersebut.

"Memang setelah saya pelajari sebagian tentang Kurikulum Merdeka tersebut, ada plus minusnya. Namun sekarang kondisinya murid bahkan guru tak paham. Ini lah yang harus disikapi Disdik segera," pinta Zulkarnain kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (4/8/2022).

Langkah yang paling bijak dilakukan Disdik Pekanbaru saat ini, sebut Politisi PPP tersebut, segera melaksanakan Bimtek (bimbingan teknis) kepada seluruh guru tentang Kurikulum Merdeka ini. Setelah para guru paham, Disdik bersama semua sekolah, melakukan sosialisasi kepada murid-murid, dalam waktu tertentu.

"Tahapan ini harus dilakukan, jangan seperti sekarang, asal main terapkan saja. Semuanya menjadi bingung. Lagi pula, buku tentang Kurikulum Merdeka ini, belum tersedia di semua sekolah," sebutnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved