Breaking News:

Berita Riau

Kisruh PPDB hingga Demo di SMAN 12 Pekanbaru, Anggota Dewan Riau Duga Karena Hal Ini

Persoalan PPDB SMA dan SMK di Pekanbaru belum selesai, bahkan ada yang berujung demo seperti yang terjadi di SMAN 12 Pekanbaru

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution
Ketua Komisi V DPRD Riau Robin P Hutagalung. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Pekanbaru belum selesai, bahkan ada yang berujung demo seperti yang terjadi di SMAN 12 Pekanbaru.

Hingga saat ini masih ada sejumlah anak yang belum mendapatkan sekolah.

Ratusan anak miskin di Pekanbaru terancam tidak bersekolah karena tidak mampu masuk swasta.

Sebelumnya, 12 ribuan anak yang tidak tertampung di SMA dan SMK negeri di Pekanbaru, mereka tamat dari SMP di Pekanbaru dan rencananya melanjutkan sekolah ke negeri.

Namun pada PPDB lalu, akibat kekurangan sekolah, hanya sedikit yang tertampung dari jumlah siswa SMP yang tamat tersebut, akibatnya muncul kisruh di masyarakat.

Ratusan orangtua murid meminta bantuan DPRD, tidak sedikit juga yang datang ke rumah wakil rakyatnya langsung dan gedung DPRD Riau sendiri.

Namun dari yang meminta pertolongan ke DPRD tersebut, tidak semuanya bisa diakomodir karena keterbatasan kuota juga.

Warga mendatangi DPRD karena disuruh pihak Dinas Pendidikan dan sekolah untuk meminta rekomendasi dari DPRD tersebut untuk masuk ke sekolah.

"Jadi yang menjadi persoalan para orangtua murid itu disuruh datang ke Dewan meminta rekomendasi, kami hanya bisa bantu ketika kami nilai yang bersangkutan adalah orang sulit dan layak dibantu,"ujar Ketua Komisi V DPRD Riau Robin P Hutagalung.

Bahkan dari beberapa yang diminta bantu ke Dinas Pendidikan, tidak semuanya bisa diakomodir akibat keterbatasan ruang kelas SMA dan SMK di Pekanbaru.

"PPDB ini tidak salah, pak Job Kurniawan (Plt Kadisdik) tidak bisa kita salahkan, karena memang orang baru di Dinas Pendidikan, yang salah ini adalah ruang kelas yang sedikit,"ujar Robin.

Maka sebagai solusi untuk mengurai jumlah yang membludak dan belum mendapatkan sekolah itu, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan, dan dorongan DPRD Riau, akan membuka langsung kelas belajar untuk tiga sekolah pada tahun ajaran 2022/2023 ini.

"Langsung dibuka tiga SMA baru tahun ini untuk mengurai yang belum mendapatkan sekolah di Pekanbaru, ini sifatnya tanggap darurat, dan harus dapat sekolah anak-anak kita itu,"ujarnya.

Bahkan Robin mengaku di sekitar rumahnya sendiri di Rumbai banyak anak-anak terancam tidak bisa bersekolah melanjutkan pendidikan ke SMA.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved