Breaking News:

Mahasiswa Akuntansi UMRI Hitung Harga Pokok Pesanan pada UMKM Furniture

Sekelompok mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekbis UMRI melakukan kunjungan guna mengitung harga pokok pesanan pada UMKM furniture

Editor: Nolpitos Hendri
Istimewa
Mahasiswa Akuntansi UMRI Hitung Harga Pokok Pesanan pada UMKM Furniture 

Produk yang sering diminati oleh konsumen adalah kursi kayu jati yang kokoh.

Modal awal membuka usaha sekitar Rp 10.000.000 dengan mendapatkan untung yang cukup besar dan dapat menutupi modal tersebut.

Mendapatkan laba bersih sebesar 50 – 60 juta per bulan.

Penjualan untuk jepara ini bukan hanya di Indonesia saja, tetapi sampai keluar daerah Indonesia.

Data biaya yang dikeluarkan per bulan untuk produksi tersebut, dan termasuk biaya bahan baku,biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik adalah sekitar Rp 25.000.000 untuk biaya bahan baku, untuk biaya tenaga kerja sekitar Rp 22.500.000 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 5.000.000.

Berdasarkan penelusuran studi lapangan, penerapan perhitungan harga pokok berdasarkan pesanan (Job Order Costing ) sudah diterapkan dalam usaha jepara ini, karena bahan untuk jeparanya impor dari luar daerah sampai keluar negeri.

Untuk pesanan jeparanya bisa datang 3 - 7 hari ke toko tersebut.

Untuk laporan keuangan jepara ini, belum menggunakan sistem komputer seperti perusahaan biasanya, karena untuk pengelolaan keuangan ini masih dipegang oleh adik pemilik jepara tersebut.

Laporan keuangan yang sederhana dan masih manual, walaupun laporan keuangan tersebut masih manual tetapi pengelolaan keuangan nya masih stabil dan terkontrol dengan terdapat pencatatan untuk pendapatan penjualan, pengeluaran untuk biaya biaya yang diperlukan dan lain lainnya.

Biasanya untuk laporan keuangan ini di cek dan didata setiap bulannya apakan pengeluaran sudah tercatat atau belum.

Dosen akuntansi biaya sekaligus pembimbing studi lapangan mahasiswa, Ibu Linda Hetri Suriyanti S.E., M.Ak., Ak., CA mengungkapkan, tujuan diadakannya studi lapangan ini untuk mengetahui cara perhitungan harga pokok pesanan.

"Penelitian ini juga sekaligus untuk jadi pembelajaran dan bekal bagi para mahasiswa agar digunakan untuk pekerjaan nantinya, kalau misalnya ada yang ingin membuka usaha yang bergerak dibidang tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan dengan diterapkan Akuntansi Biaya terkait Harga Pokok pesanan sangat diperlukan dalam usaha penjualan produk.

Satu di antaranya untuk pengambilan keputusan dalam pemesanan produk ke pemasok usaha tersebut.

“Menjual produk jepara ini sangat menguntungkan bagi saya dan keluarga.

Dari modal kami yang hanya Rp.10.000.000 dan sampe sekarang mendapatkan untung yang cukup besar sampai penjualan keluar daerah.

Penjualan jepara inilah saya dapat membangkitkan ekonomi keluarga saya” ungkap pemilik jepara tersebut yaitu Mukarno. ( Tribunpekanbaru.com / Citizen Journalism )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved