Breaking News:

Berita Siak

Pengacara Chero Sayangkan Bentrok Saat Constatering dan Eksekusi Lahan, PN Siak Terkesan Langgar Ini

Menurut kuasa hukum Chero, Firdaus Ajis, SH MH, amat disayangkan terjadinya bentrok antara masyarakat dan polisi saat constatering dan eksekusi lahan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru
Suasana Eksekusi Lahan PT KD di Dayun Siak beberapa waktu lalu yang sempat terjadi bentrokan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Terjadinya bentrok dalam rencana pelaksanaan konstatering dan eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Siak, Rabu (3/8/2022) ditanggapi kuasa hukum seorang warga terdampak eksekusi atas nama Chero.

Menurut kuasa hukum Chero, Firdaus Ajis, SH MH, amat disayangkan terjadinya bentrok antara masyarakat dan polisi.

Ia menilai, apabila PN Siak sedikit bijaksana dalam menyikapi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inckracht) maka tidak akan terjadi bentrokan.

“Karena Pengadilan sebagai pelaksana putusan tetap harus melakukan telaah seperti apa putusan yang dapat dan harus dilaksanakan tersebut. Jika ditelaah dan bijak, tentu bentrok seperti itu tidak akan terjadi,” kata Firdaus Ajis SH MH, Jumat (5/8/2022).

Firdaus Ajis menjelaskan, seharusnya putusan yang akan dieksekusi tersebut di dalam amar putusan harus jelas disebutkan, baik batas -batasnya maupun alas hak yang akan dieksekusi tersebut. Kemudian juga harus jelas siapa subjek hak yang akan dieksekusi tersebut.

“Ini kan tidak, kalau dibaca amar putusan yang akan dieksekusi PN Siak tersebut pada intinya menyatakan lahan 1300 Ha adalah termasuk Kawasan perizininan PT. Duta Swakarya Indah (DSI),” kata dia.

Dalam amar berikutnya menyatakan menghukum tergugat atau siapa saja yang menguasai lahan 1300 Ha berikut kebun kelapa sawit setelah penggugat membayar nilai tanaman sawit sejumlah Rp 26 miliar dan seterusnya.

“Kalaupun disebut kawasan perizinan seluas 1300 Ha oleh putusan perkara tersebut tetapi tidak dijelaskan batas -batasnya dalam amar putusan, lalu lahan yang mana yang mau dieksekusi?” ujarnya dengan nada bertanya.

“ Atau Pengadilan menyerahkan kepada juru sita saja menunjukkan lahan objek sengketa?” sambungnya.

Kemudian, kata Firdaus berkenaan amar menghukum PT Karya Dayun atau siapa saja, adalah bahasa rancu dari suatu putusan pengadilan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved